Compaq Presario dan Ubuntu, Kado Ultah Untuk Istri Tercinta

Compaq PresarioSudah cukup lama saya ingin memberikan sebuah Laptop untuk istri. Laptop yang kira-kira cocok untuk guru, karena istri saya saat ini bekerja sebagai guru Sekolah Dasar (bukan guru komputer). Dan kebetulan pada bulan ini (Agustus) adalah Ultah istri saya, so merupakan saat yang tepat untuk memberikan kado ultah. Setelah melalui berbagai proses (pinjaman lunak dari koperasi salah satunya..), akhirnya kesampaian juga. Minggu lalu saya ajak istri melihat-lihat ke toko komputer langganan saya, trus istri saya bebaskan untuk memilih sendiri Laptop yang disukainya, tentu saja dengan pertimbangan dana yang terbatas. Hehe.. Pilihan istri saya jatuh pada Compaq Presario V3906TU dengan spesifikasi:

Intel Dual Core T2390 (1.86 GHz) 512MB DDR2 (Max 4GB) Intel X3100 VGA DVD+R/RW (Double Layer) 14.1″ WXGA (1280×800) 3xUSB Wifi dan Bluetooth Card Reader Webcam Non OS

Dan sesuai dengan kesepakatan sejak awal, bahwa sistem operasi yang digunakan adalah Linux (apapun Laptop-nya, Linux dan FOSS sebagai softwarenya..). 2 alasan utama yang diberikan istri saya: Beli software proprietary (lisensi berbayar) terlalu mahal. Pakai bajakan? Takut disweeping. Ngga mau repot dengan virus, istri saya melihat bahwa selama ini kami (dengan Laptop saya) tidak pernah kebingungan mencari anti virus (versi untuk M$) terbaik, karena sudah menggunakan Linux. Terimakasih atas cerita Mbak Yuliazmi dan Mas Riyo (yang juga memotivasi saya.. :D).

Dan setelah melihat desktop dual OS (Linux dan Linux) pada Laptop yang biasa saya gunakan, istri saya memilih Ubuntu. Ini termasuk saran saya juga, bahwa Ubuntu begitu indah untuk desktop. Selanjutnya saya instal Ubuntu desktop versi 8.04.1 LTS (ini versi update pertama untuk 8.04 LTS), ditambah dengan aplikasi dari DVD Repo yang saya peroleh dari InfoLinux.

Sudah menjadi keunggulan, bahwa di Linux kita tidak perlu menginstal driver (maksud saya driver M$. Hehe..). Terbukti semua perangkat sudah dikenali dengan baik oleh (kernel linux) Ubuntu, termasuk webcam sudah berfungsi dengan baik. Efek animasi dekstop menggunakan Compiz Fusion (rencana akan saya tambahkan Avant Window Navigator seperti desktop Ubuntu saya). Giliran ke aplikasi yang digunakan, berikut beberapa diantaranya (selain default CD Ubuntu 8.04.1 LTS):

Accessories:

Art Manager Bluetooth (aplikasi ini biasa digunakan istri untuk transfer foto dari camera HP-nya) Cheese (untuk akses webcam di Linux) GNOME Do Msttcorefonts (kumpulan fonts M$) Screenlets (untuk mempercantik desktop)

Program Edukasi (pendidikan):

GCompris (saya tambahkan sound dan bahasa Indonesia, ini aplikasi yang membuat istri saya betah memainkannya) Tux Type Tux Paint (berbahasa indonesia) Tux Math

Games:

GNOME Games (semuanya saya instal) Tux Racer

Graphics:

Blender Dia GIMP Inkscape

Internet/Intranet:

Filezilla Pidgin Internet Messenger Putty SSH Client Samba Mozilla Thunderbird NFS VNC Viewer (saya ingin sekali-kali saling berbagi desktop secara remote)

Office:

OpenOffice.org Scribus (Desktop Publishing)

Programming:

Bluefish KompoZer Poedit

Multimedia (Sound & Video):

Audacious (dengan tambahan theme dan preset dari Winamp5) Brasero Disc Burning Elisa Media Center (yang ini keren banget..) GTK RecordMyDesktop K3b (alternatif untuk Brasero) MPlayer Movie Player VLC media player (selain multimedia, digunakan istri juga sebagai flash player – untuk akses file .swf) Xine

System Tools:

Wine Ubuntu Tweak Clamav

Sengaja saya instal Wine karena istri saya tertarik bermain-main dengan Flash (menggunakan Macromedia Flash 8 versi Trial) yang berjalan di M$. Untuk optimasi sistem di ubuntu, saya optimasikan pada penggunaan prosesor dual core, optimasi swap memory, dan optimasi file system. Ditambah dengan paket prelink dan preload. Jadi deh desktop Ubuntu menari-menari indah di Laptop istri saya.

Selamat Ultah dan selamat menikmati keindahan Linux dan FOSS istriku.. 😀

Tagged on: , ,