Memulai tahun ajaran baru di sekolah dan mewujudkan impian memiliki lab komputer berbasis Linux dan FOSS, maka perlu instal Linux dan FOSS serta mengkonfigurasi jaringan didalamnya baik pada server maupun client. Salah satu permasalahannya adalah bagaimana meng-cloning PC Linux? (Maksud saya dengan meng-cloning PC disini adalah meng-cloning harddisk.) Bayangkan seandainya kita diminta untuk menginstal 200 unit komputer berikut sejumlah aplikasi FOSS didalamnya (baik yang disertakan dalam repository distro yang digunakan maupun instal paket sendiri), waktu yang dibutuhkan akan sangat lama bukan? Belum lagi jika ditambahkan dengan konfigurasi pada masing-masing PC tersebut.
Dengan asumsi bahwa hardware pada PC client yang digunakan memiliki spesifikasi yang sama, so sangat memungkinkan untuk meng-cloning semua PC tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Clonezilla.
Clonezilla, sesuai dengan namanya merupakan software open source untuk meng-cloning dan melakukan recovery harddisk (jika sudah dibuat backup-nya dulu lho..
). Software ini bersumber pada distro Debian Live, DRBL, Partition Image, ntfsclone, dan udpcast. Dua tipe Clonezilla yang disediakan adalah Clonezilla live dan Clonezilla server edition. Clonezilla live digunakan untuk clone pada single machine. Sedangkan Clonezilla server edition digunakan untuk meng-clone massal melalui jaringan, dapat digunakan untuk clone 40 komputer lebih secara bersamaan. Berdasar pengalaman saya bersama rekan-rekan ditempat kerja saya selama dua minggu ini menggunakan Clonezilla tersebut (versi Clonezilla Live CD) untuk mengclone PC berbasis Linux yang digunakan di Lab komputer, untuk clone Harddisk sebesar 40 GB yang berisi dual system operasi diperlukan waktu sekitar 10 menit. Dan mengenai ukuran/kapasitas harddisk yang berbeda-beda, tidak menjadi masalah, karena Clonezilla akan otomatis menyesuaikannya. Dan yang menarik lagi kita juga bisa menginstal boot loader (GRUB) jika PC tersebut menggunakan dual booting. Semuanya berjalan mulus, hanya ada sedikit perbedaan pada hasil deteksi interface NIC yang digunakan.
Fitur Clonezilla:
- Free (GPL) Software.
- Filesystem yang didukung: ext2, ext3, reiserfs, xfs, jfs dari GNU/Linux, dan FAT, NTFS dari MS Windows. Dengan demikian Anda dapat meng-clone GNU/Linux atau MS windows. Untuk file system yang belum didukung, Clonezilla menggunakan dd (sector-to-sector copy). Meski Clonezilla dapat digunakan untuk clone PC yang didalamnya memiliki Windows, tetapi saya sangat tidak menganjurkan untuk melakukannya di lab komputer, karena ini berarti pembajakan software. Hehe.. Karenanya, sengaja saya memberikan judul tulisan ini khusus untuk clonning PC Linux.
- LVM versi 2 (LVM versi 1 tidak) dalam GNU/Linux sudah didukung.
- Dapat melakukan cloning secara bersamaan menggunakan Clonezilla server edition. Tentu saja client harus mendukung PXE dan Wake-on-LAN dengan boot menggunakan etherboot.
- Berbasis dari Partimage, ntfsclone dan dd untuk clone partisi. Oleh karena itu, clonezilla, yang berisi beberapa program, dapat menyimpan dan restore tidak hanya partisi, tetapi seluruh harddisk.
- Dengan menggunakan free software drbl-winroll, hostname, group, dan SID dari clone MS windows dapat otomatis ikut serta terdeteksi.
Untuk menggunakan Clonezilla live, silahkan mengunduh softwarenya dari clonezilla.org, tersedia dalam format iso dan zip. Selajutnya burn iso tersebut dalam cd, dan boot PC menggunakan Clonezilla. Saya biasanya memasangkan source harddisk (master untuk clone) di primary master, dan harddisk tujuan di secondary master, sedangkan CDROM di primary slave.
Selamat membangun lab komputer berbasis Linux dan FOSS di sekolah.. ![]()

ilko badai
25 August 2008
Menyenangkan bekerja bersama Mas Eko… bisa nambah-nambah ilmu, kapan transfer ilmu terbaru lagi mas? he…
cokro
12 September 2008
wah sudah kucoba, tapi masih agak bingung juga, wah masih butuh pencerahan dulu saya ni.
makasih clonezillanya.
mitra
11 October 2008
salam kenal,
mas eko tolong dong gimana klu disk to disk seperti di ghost,tapi mengunakan clonezilla dan klu bisa di sertakan picya biar lebih jelas step-stepnya
maklum pemula.
sebelumnya makasih dan saya tunggu jawabanya
tq
mitra
Fayel
13 November 2008
wow siiip ni yg kucari” bisa clone HD 40comp
cape saya pake norton ghost
Bagus ni buad Teknisi Game Online dan warnet”
test download akh~
Ariyadi
03 May 2009
File image yg dihasilkan oleh clonezilla apakah mampu sekecil yg dibuat dengan norton ghost?
Terima kasih. salam kenal!
adib
04 August 2009
mas kalo untuk so windowsnya cara kloning gimana? kasih tau caranya dong… makasih…
Hardian
11 August 2009
Wahh baru tau ada yg ginian.. thenks de infonya gan.. coba tak perdalam deh !!
yoga
01 November 2009
Mas, kalau saya mau mengcloning hardisk dengan dual boot yaitu linux dan windows bisa tidak pakai software ini.
Saya sudah coba pakai acronis disk image tapi ada masalah, linuxnya jalan tapi windows xp nya gak jalan.
Mohon bantuannya. Terima kasih.
FX. Eko Budi Kristanto
15 June 2010
Teman saya sudah mencobanya dan tidak ada masalah. Bisa mengkloning dual sistem kok.
devi iriawan
27 January 2010
salam kenal.. trims iso software
jojobayor
03 February 2010
mas apakah ada tutorial step by step cara penggunaan clonezilla..kalo ada mhn dikirim ke email ku

maklum aku masih newbie dilinux
jadinya ma..maa..maa..masih ga..ga..gapp..tek
endar
23 March 2010
terima kasih atas informasinya. saya sedang membutuhkan untuk clonning
.-= endar´s last blog ..lagi-lagi tentang Ngamprok di Bekasi =-.
kokok
13 June 2010
apa bsa utk backup ubuntu server edition 9.10 karmic koala .ubuntu ini saya fungsikan utk proxy-squid.saya pakai hd 160 gb
FX. Eko Budi Kristanto
15 June 2010
Jika tujuannya hanya untuk menyalin isi harddisknya, dipastikan bisa.
suganux
23 June 2010
This article is very usefull. i’m happy that ubuntu 10.4 has been announced, and i am already installed this version on my pc. and ubuntu 10.4 is very cool, more fast than old version.
GameZone
03 November 2010
aku udh coba dengan kapasitas HDD 160GB dan terisi sktr 140GB, 3 partisi, waktu yg dibutuhkan 2,5jm dgn file image. lama sekali jika dibanding menggunakan ghost disk-to-disk (45mnt). apakah bisa menggunakan metode disk-to-disk untuk multicast ? apakah bisa untuk ukuran partisi yg berbeda(kapasitas HDD sama)dari resouce?
black
17 March 2011
Saya punya hardisk yg jika isinya saya copy manual ke hardisk lain selalu gagal. Apakah dengan cloning dipastikan file bisa tercopy, dgn kondisi hardisk spt diatas. tks
Koen
11 May 2011
Pak Eko,
Saya tertarik dengan sistem cloning dengan Clonezilla melalui jaringan.
apakah bisa diberikan guidance nya?
terimakasih
FX. Eko Budi Kristanto
22 May 2011
Oke, akan saya buat panduan untuk clone lewat jaringan Mas.
mitra
01 June 2011
salam kenal mas eko,
saya sedang coba coling opensuse ke hardisk baru mengunakan clonzilla,
tapi setelah proses cloning sudah selesai,hasil dari cloningnya tidak jalan,sepertinya grubnya rusak,
yang saya ingin tanyakan bagaimana caranya cloning opensuse yang benar dan hasil cloningnya bagus seperti masternya.
mohon pencerahanya,
terimakasih,
mitra
bona
30 June 2011
Pa saya mau tanya dong, kalo mau restore image partisi yang kita buat dari clonezilla tapi ke beda size partisinya gmn ya ?
cth : partisi linux A(20GB) diclone trus di restore ke partisi B(40GB) kok ngak bisa ya mohon pencerahannya. thx before
FX. Eko Budi Kristanto
16 May 2012
Selama ini saya tidak pernah mengalami masalah dengan 30 ke 40 GB Harddisk dan sebaliknya mas.