fxekobudi.net

My Activities | Linux | Networking | Open Source | CMS | Internet | Opini
only search fxekobudi.net
May 26th, 2007

DNS Server Linux

by FX. Eko Budi Kristanto

Mau membuat DNS Server di Linux? Dengan berbagai Domain yang berbeda? Mudah saja, ikuti petunjuk saya (ini sudah terbukti berjalan dengan mulus dan ngga pernah trouble lho…)

Prosesnya begini:

  1. Interface Network card yang digunakan dipastikan sudah terkonfigurasi dengan baik (lihat file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0)

  2. Edit file konfigurasi named (named.conf, sesuaikan dengan konfigurasi Anda! (termasuk lokasinya)

  3. Buat file zone untuk domain yang disebutkan (reverse dan resolv-nya)

  4. Edit konfigurasi /etc/resolv.conf

  5. Jalankan service named

  6. Jika hasilnya adalah [OK] maka DNS Server sudah berhasil, jika hasilnya [FAILED] maka harus check error, ketikkan saja command # tail -f /var/log/messages

  7. Dan jika masih error terus, bersabar dan berdoalah…

Untuk lebih jelasnya saya sertakan konfigurasi dan langkah-langkah yang saya lakukan:

Catatan: root direktori file konfigurasi saya adalah pada direktori /var/named/ (dengan lokasi ini (chroot) akan lebih aman daripada jika lokasi defaultnya pada /etc (yang sudah diketahui umum), tapi Anda perlu menyesuaikan dengan sistem Anda)

Bagian yang saya tambahkan pada file /var/named/chroot/etc/named.conf:

// ————-

// Resolve DNS

// ————-

zone “linuxer.local” IN {

type master;

file “zone/linuxer.local.zone”; //–> lokasi dan nama file zone

allow-update { key “rndckey”; };

allow-transfer { 192.168.0/26; }; //–> sesuaikan dengan netmask Anda

notify yes;

};

// ————-

// Reverse DNS

// ————-

zone “0.168.192.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “zone/0.168.192.in-addr.arpa.zone”;

allow-update { key “rndckey”; };

allow-transfer { 192.168.0/26; };

notify yes;

};

include “/etc/named.primary.conf”; //–> menyertakan konfigurasi untuk virtual domain

Setelah itu saya membuat file dengan nama named.primary.conf yang saya letakkan pada direktori /var/named/chroot/etc yang menyatakan konfigurasi untuk virtual domain (maksud saya adalah agar memudahkan untuk menambah berapapun jumlah domain yang diinginkan):

Berikut sebagian (2 virtual domain) dari isi file /var/named/chroot/etc/named.primary.conf:

// —————————-

// Virtual domain fxekobudi.local

// —————————-

zone “fxekobudi.local” IN {

type master;

file “zone/fxekobudi.local.zone”;

allow-update { key “rndckey”; };

allow-transfer { 192.168.0/26; };

notify yes;

};

// —————————-

// Virtual domain forum.local

// —————————-

zone “forum.local” IN {

type master;

file “zone/forum.local.zone”;

allow-update { key “rndckey”; };

allow-transfer { 192.168.0/26; };

notify yes;

};

Setelah saya simpan, saya buat direktori untuk file zone domain dan virtual domain pada /var/named/chroot/var/named/ dan merubah permissionnya dengan perintah:

[root@ibm-eko fxekobudi]# mkdir /var/named/chroot/var/named/zone

[root@ibm-eko fxekobudi]# chown named.named /var/named/chroot/var/named/zone

Pada direktori zone tersebut saya letakkan file zone untuk domain, salah duanya adalah:

/var/named/chroot/var/named/zone/linuxer.local.zone (untuk resolve address)

$TTL 86400

@ IN SOA ns.linuxer.local. root.linuxer.local. (

77 ; Serial

3H ; refresh

15M ; retry

1W ; expiry

1D ) ; minimum

IN NS ns.linuxer.local.

IN MX 10 mail.linuxer.local.

ns IN A 192.168.0.44

mail IN CNAME ns

www IN CNAME ns

ftp IN CNAME ns

proxy IN CNAME ns

(Setelah disimpan, rubah permission file di atas dengan menjalankan command berikut:

# chown root.named * )

/var/named/chroot/var/named/zone/0.168.192-in.addr-arpa.zone (untuk reverse address)

$TTL 86400

@ IN SOA ns.linuxer.local. root.linuxer.local. (

77 ; Serial

3H ; refresh

15M ; retry

1W ; expiry

1D ) ; minimum

IN NS ns.linuxer.local.

44 IN PTR ns.linuxer.local.

Terakhir, saya rubah file /etc/resolv.conf menjadi:

search linuxer.local

nameserver 192.168.0.44

Dan terakhir lagi, saya jalankan service named saat itu juga:

[root@ibm-eko fxekobudi]# /sbin/service named start

Dan saya aktifkan service named untuk runlevel 3 dan 5 dengan command:

[root@ibm-eko fxekobudi]# /sbin/chkconfig –levels 35 named on

Dengan demikian pada notebook saya, dengan hanya menggunakan 1 IP address saya bisa memiliki 7 domain yang berbeda (kebetulan saya bikin 7. hehe… Nanti kalau saya bikin ISP sendiri saya akan bikin ribuan domain…)

Popularity: 40%

Related posts:

  1. Membuat DNS Server, Web Server dan Database Server Menggunakan Linux Fedora 8
  2. Web Server Linux
  3. Proxy Server Linux dengan Squid
  4. Mengamati Statistik Akses URL Situs pada Proxy Server dengan Squid Analysis Report Generator (SARG)
  5. Redirect Squid Proxy Server Linux dengan SquidGuard

Tags: , ,

16 Responses to “DNS Server Linux”

  1. <p>mas saya punya masalah nih saya diminta membuat user FTP yang berbeda2 trus tiap usr itu mempunyai grant yang berbeda2 pula…pertanyaan saya:<br />
    1. bagaimana membuat user FTP yang berbeda??<br />
    2. mengatur GRANT buat tiap user FTP???</p>
    <p>mohon jawabanya </p>
    <p>terimakasih sebelumnya mas…</p>

    FX. Eko Budi Kristanto:
    Kalau yang beginian saya belum pernah coba Mas…
    Pernah coba waktu training menggunakan user anonymous
    Solusi saya:
    1. Coba baca mini-howto yang ada pada sistem Mas Ian, pake command: locate proftpd untuk cari lokasinya (di tempat saya pada /usr/share/doc/proftpd/howto)
    2. User unix di Linux yang terdaftar dalam /etc/passwd pasti bisa deh…
    3. Untuk ngatur grant tiap user, kayaknya dari file konfigurasinya (/etc/proftpd.conf)
    Oh ya, user yang terdaftar dalam /etc/ftpusers ngga bisa akses ftp lho…

  2. Mas tolong artikelnya ini diperjelas dong !
    sebab aku masih kurang ngerti/belum terlalu tau tentang linux,karena aku baru 1bulan pindah dari Windows ke linux.
    padahal masih kurang orang yang tau Linux di Indonesia.
    Mudah mudah-mudahan dengan artikel anda Indonesi bisa seperti negara-negara lain . Amin……………………………….
    TOLONG YAH MASS…………………….

  3. Teodorus Susilo Says:
    October 2nd, 2007 at 8:01 am

    Lumayan artikelnya pak…gmn kabare kok ga dengar lagi…
    Sukses ya bos..Maju trs….GBU..

    FX. Eko Budi Kristanto:
    Mas Susilo, aku tersanjung banget lho…
    Mas mau mampir di situsku. Eh, aku bukan Bos Mas… Haha
    GBU too…

  4. mas,,yang proxy dah jadi..thank…
    now tinggal dns server,,,
    ada masalah minta bantuanya…
    named.conf tak cari ga ada,,
    apa perlu mkdir dulu ya mas?
    tolong ya mas..
    soalnya tak cari di /var , /etc juga g ada folder named tuh…
    gmn mas?

    maturnuwun ya mas…

    FX. Eko Budi Kristanto:
    Untuk named.conf di fresh install Fedora 7 memang ngga ada Mas… Tapi ada contoh di /usr/share/doc/named…/ yang dapat digunakan untuk membuatnya. Atau gunakan saja file named.conf saya.

  5. Ngapunten mas nanya lg,,punyaku fedora 6 n folder named g ad..Ap bisa seandainya saya bkin folder ndiri named trus di daleme tak kaseh jg named.Conf punyana mas eko?Trus wkt ip saya set manual bukan otomatis n dns jg dah tak set ke ip server tp kok g isa conect internet y mas clientnya?Thnx mas..Maap dah ngrepoti.

    FX. Eko Budi Kristanto:
    Saya senang dan salut dengan orang yang mau terus belajar Mas…
    Seharusnya folder named tersebut sudah ada lho… Coba check paket bind yang terinstal apa saja. Gunakan command # rpm -qa | grep bind. Besok pagi saya akan publish artikel untuk DNS Server di Fedora 8. Selamat belajar Mas. Tetap semangat ya…

  6. mas saya sudah berhasil setting dns server di fedora 7, tapi ketika saya coba bikin sub domain untuk virtualhostnya ketika dicoba dibrowser keluarnya “The requested URL could not be retrieved” terus yah, padahal klo di dig sama nslookup semuanya ok, setelh saya cek sana-sini sepertinya ada yang kurang pada settingan named.rfc1912.zones atau named.caching-nameserver.conf, karena saya disini menggunakan proxyserver, apabila saya tidak terhubung ke proxyservernya bisa saya akses tuh yang subdomainnya…
    nah kira-kira settingannya kurang apa yah mas, jadi supaya bisa akses internet juga intranet?? untuk saat ini saya belum mempunyai ip publik,
    untuk settinggannya kira2x sama seperti pada sampel named.conf.

    FX. Eko Budi Kristanto:
    Saya juga mengalami hal yang sama Mas. Hehe… Besok kita cari solusinya deh.

  7. Mas aku tanya ,
    Aku pake fedora 7, apa bisa main gateway/server internet sharing jadi satu dengan DNS Server dan Proxy Server ?

    Trim’s

    FX. Eko Budi Kristanto:
    Bisa saja Mas, salah satu proxy server di tempat saya juga berfungsi sebagai DNS Server .. :D

  8. Tanya Mas….

    saya setting DNS server, setelah di nslookup muncul

    dns : xaverius.lokal
    address : 192.168.1.99

    can’t find xaverius.lokal : SERVFAIL

    FX. Eko Budi Kristanto:
    Semua sudah dikonfigurasi Mas? Service DNS server sudah berjalan dan tidak ada error?

  9. mas aku mau tanya seputar server dilinux????gini saya dapat tugas besar bikin virtual user ftp>>>bisa kasih tau enga cara konfigurasinya..tolong kasih tau secepatnya?????

  10. [...] menggunakan Linux Fedora sebenarnya pernah saya tuliskan pada artikel saya yang terdahulu, tentang DNS Server Linux, Web Server Linux. Dengan tujuan membantu rekan-rekan yang baru saja beralih ke Linux dan kebetulan [...]

  11. mohon bantuanya mas…..
    saya coba membangun DNS server pakai fedora core 7 masalahnya kok file named.conf nya nggak ada di direktory /etc . saya sudah coba instal packet
    *bind-9.4.0-6.fc7.i386.rpm
    *bind-chroot-9.4.0-6.fc7.i386.rpm
    *bind-utils-9.4.0-6.fc7.i386.rpm
    *bind-libs-9.4.0-6.fc7.i386.rpm
    *binutils-2.17.50.0.12-4.i386.rpm
    *caching-nameserver-9.4.0-6.fc7.i386.rpm
    instalisasinya sukses 100%(namun ada sedikit warning pesanya “NOT KEY”)
    tapi tetep nggak bisa, yang muncul hanya file named.caching-nameserver.conf, apa sama ya dengan file named.conf, tolongg solusinya mas
    …eh mas sorry nanya lagi kalau di windows hostname itu diatur dimana ya?

    FX. Eko Budi Kristanto:
    Warning itu karena kita ngga memasukkan GPG key untuk aplikasi yang diinstal Mas. Untuk named.conf di fresh install Fedora 7 memang ngga ada Mas… Tapi ada contoh di /usr/share/doc/named…/ yang dapat digunakan untuk membuatnya. Atau gunakan saja file named.conf saya. Di windows kayaknya dibagian System Properties.. :D

  12. [...] menggunakan Linux Fedora sebenarnya pernah saya tuliskan pada artikel saya yang terdahulu, tentang DNS Server Linux, Web Server Linux. Dengan tujuan membantu rekan-rekan yang baru saja beralih ke Linux dan kebetulan [...]

  13. [...] menggunakan Linux Fedora sebenarnya pernah saya tuliskan pada artikel saya yang terdahulu, tentang DNS Server Linux, Web Server Linux. Dengan tujuan membantu rekan-rekan yang baru saja beralih ke Linux dan kebetulan [...]

  14. maturnuwun mas.. artikel2 nya memberi pencerahan….

  15. Trima kasih mas Eko.. lg mau belajar buat hosting sendiri nich..

  16. klo setting dns di fedora core9 caranya gimana ya? tolong tutorialnya donk

Leave a Reply