Menggunakan DRBL Live Xfce Untuk Membuat Lab Komputer Berbasis Linux Debian Tanpa Instalasi Software

DRBL Live XfceDRBL (Diskless Remote Boot in Linux) Live Xfce adalah perangkat lunak gratis dan open source sebagai solusi untuk mengelola penggunaan sistem operasi GNU/Linux di banyak komputer client tanpa instalasi di komputer client. Bayangkan waktu yang dibutuhkan untuk menginstal GNU/Linux pada 10 atau bahkan 40 mesin klien secara individual. 🙂 DRBL Live Xfce memungkinkan untuk konfigurasi semua komputer client di lab komputer sekolah dengan menjalankannya hanya di satu mesin server.

DRBL menyediakan lingkungan diskless atau systemless untuk mesin client. DRBL sebenarnya dapat bekerja pada Debian, Ubuntu, Mandriva, Red Hat, Fedora, CentOS dan SuSE. DRBL menggunakan sumber daya perangkat keras yang didistribusikan dan memungkinkan client untuk sepenuhnya mengakses perangkat keras lokalnya. Versi DRBL Live Xfce juga berarti sudah menggunakan lingkungan desktop yang cukup baik, yaitu Xfce. Xfce adalah lingkungan desktop yang ringan untuk sistem operasi UNIX-like. Xfce dibuat bertujuan untuk menjalankan lingkungan desktop dengan cepat serta dapat berjalan pada sistem dengan sumber daya rendah, sementara secara visual tetap menarik dan user friendly.

Dengan DRBL live memungkinkan kita menjalankan mesin sebagai server DRBL tanpa instalasi. Distro ini berbasis pada Debian Live. DRBL live mencakup semua fungsi DRBL (DHCP, TFTP, NFS, NIS), ditambah Clonezilla, sebuah aplikasi untuk mempartisi dan kloning sistem operasi dan aplikasi mirip dengan Symantec Ghost. Oleh karena itu dapat juga digunakan untuk mengkloning semua komputer client dengan sangat cepat melalui jaringan menggunakan fitur clonning secara multicast.

Fitur umum dari DRBL:

  • Dapat berjalan berdampingan dengan OS lain. DRBL menggunakan PXE/etherboot, NFS, dan NIS untuk memberikan layanan kepada komputer client sehingga tidak perlu menginstal GNU/Linux pada harddisk client secara individual. Setelah server sudah siap untuk menjadi server DRBL, mesin client dapat boot melalui PXE/etherboot (diskless). DRBL tidak “menyentuh” harddisk komputer client, oleh karena itu, sistem operasi lain (misalnya MS Windows) yang sudah diinstal pada mesin client tidak akan terpengaruh. Hal ini bisa berguna dalam, misalnya, selama penyebaran bertahap dari GNU/Linux di mana pengguna masih ingin memiliki pilihan untuk boot ke Windows dan menjalankan beberapa aplikasi yang hanya tersedia pada MS windows. DRBL memungkinkan fleksibilitas yang besar dalam penyebaran GNU/Linux.
  • Cukup jalankan DRBL pada server tunggal dan semua client akan bekerja. Menggunakan PC standar, kita dapat mengubah sekelompok PC client ke jaringan GNU/Linux dapat bekerja hanya dalam beberapa langkah: Download paket DRBL, Jalankan script. Dalam sekitar 30 menit, semua mesin client akan siap untuk menjalankan GNU/Linux dan semua paket yang terkait. Tidak ada lagi menginstal mesin klien satu per satu.
  • Menghemat biaya perangkat keras, anggaran, dan pemeliharaan. Hard drive opsional untuk klien DRBL. Sebenarnya, hard drive hanyalah bagian bergerak yang menciptakan lebih banyak suara dan rentan terhadap kegagalan. Jika hard drive hadir, klien dapat dikonfigurasi untuk menggunakannya sebagai ruang swap sementara GNU/Linux terinstal dan dikonfigurasi pada server boot terpusat.
    Banyak waktu dapat disimpan dengan mengkonfigurasi pengaturan klien di server boot bila menggunakan lingkungan boot DRBL terpusat. Hal ini memberikan administrator sistem kontrol yang lebih besar atas konfigurasi perangkat lunak yang berjalan pada setiap client.

Singkatnya untuk menggunakan DRBL Live Xfce tersebut dapat dijalankan di lab komputer sekolah kita  caranya mudah sekali, yaitu dengan menjalankan DRBL Live Xfce pada komputer yang digunakan sebagai server dan melakukan sedikit konfigurasi, kemudian di sisi komputer siswa sebagai client, hanya perlu merubah urutan booting komputer pada BIOS dengan urutan pertama adalah Network Interface Card atau kartu jaringan-nya. Langkah-langkah detailnya akan saya tuliskan pada kesempatan lain :-). Selamat mencoba DRBL live Xfce, mari membuat suasan pembelajaran di lab komputer sekolah kita lebih berwarna dengan open source software.

Referensi: