Untuk konfigurasi web server dengan Apache pada Fedora Core 6, secara default sudah dapat jalan dengan hanya menjalankan service httpd saat boot atau dengan command sendiri. Tentunya harus disesuaikan dengan runlevel yang akan digunakan. Dalam bekerja sehari-hari, saya biasa menggunakan runlevel 5.
Kenapa saya harus membuat web server sendiri? Ada 3 alasan, yaitu:
- Belajar, mencoba keperkasaan LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP)
- Saya mau buat beberapa situs CMS dengan domain yang sengaja saya buat mirip dengan domain aslinya (ini sudah saya mulai saat saya memperkenalkan jaringan windows domain di lab komputer tempat saya bekerja). Impian saya kala itu adalah karena internet belum masuk lab, saya ingin seolah-olah siswa merasakan terhubung dengan jaringan internet, bisa punya web server sendiri (IIS), siswa bikin web sendiri dan aksesnya menggunakan domain lokal (meski akhirnya tidak dipakai oleh guru-guru. Sedih deh, padahal sudah saya buat panduannya. Hehe…). Pada kesempatan lain akan saya ceritakan pengalaman saya dalam membuat jaringan windows domain dan worgkroup.
- Tuntutan saat membuat proxy server untuk sekolah-sekolah YBHK, situs yang masuk dalam daftar blacklist squidguard otomatis akan saya redirect ke alamat web server local, yang menampilkan pesan singkat kami dari tim pengembang jaringan. Sebenarnya tanpa web server ini sih bisa jalan, tapi rasanya kurang pas jika siswa dan guru melihat kok alamatnya pakai IP address (so, saya gabungkan DNS server + Web server yang semuanya virtual ke proxy server yang saya buat). Sekalian iseng-iseng belajar bikin webhosting sendiri. Haha…
Proses konfigurasi yang saya lakukan:
- DNS server dipastikan berjalan dengan baik, termasuk untuk beberapa vitual domain untuk virtual Host yang akan saya buat.
- Edit file konfigurasi Apache.
- Membuat file tambahan untuk memudahkan manajemen virtual Host .
- Jalankan service httpd.
- Test konfigurasi web server menggunakan browser.
Konfigurasinya ada pada 2 file berikut:
/etc/httpd/conf/httpd.conf
/etc/httpd/conf/vhosts.conf (file buatan saya sendiri, untuk memudahkan manajemen virtual host web server saya)
Direktive Apache yang saya rubah dalam konfigurasi web server saya adalah:
### Section 1: Global Environment User apache Group apache ### Section 2: 'Main' server configuration DocumentRoot "/var/www/html" DirectoryIndex index.html index.html.var index.php index.php5 ### Section 3: Virtual Hosts (IP based virtual hosts) # Konfigurasi virtual host Include conf/vhosts.conf
Sedangkan konfigurasi file /etc/httpd/conf/vhosts.conf saya 4 diantaranya (4 virtual host) sebagai berikut:
(Catatan: Anda harus sudah mengkonfigurasi domain untuk virtual tersebut, jika tidak, maka virtual Host saat diakses web browser tidak akan menemukan DNS servernya). Maksud saya dengan menggunakan IP Based virtual Host adalah agar PC yang saya gunakan dengan 1 NIC saja dapat memiliki beberapa domain.
NameVirtualHost 192.168.0.44:80 ServerAdmin admin@linuxer.local DocumentRoot /var/www/html ServerName linuxer.local ServerAlias www.linuxer.local ErrorLog logs/error_log CustomLog logs/access_log combined ServerAdmin admin@linuxer.local DocumentRoot /var/www/html/rpm ServerName repository.local ServerAlias www.repository.local ErrorLog logs/repository.local -error_log CustomLog logs/repository.local -access_log combined ServerAdmin admin@linuxer.local DocumentRoot /var/www/html/fxekobudi ServerName fxekobudi.local ServerAlias www.fxekobudi.local ErrorLog logs/fxekobudi.local -error_log CustomLog logs/fxekobudi.local -access_log combined
Sebagai catatan, bahwa direktori root harus dapat diakses oleh webserver (user dan groupnya), dengan demikian, perlu merubah permission direktori tersebut. Jalankan saja command berikut:
[root@ibm-eko fxekobudi]# chown apache.apache [nama direktori]
Selanjutnya untuk mengaktifkan service, saya gunakan command ini:
[root@ibm-eko fxekobudi]# /sbin/service httpd start
Dan saya aktifkan service named untuk runlevel 3 dan 5 dengan command:
[root@ibm-eko fxekobudi]# /sbin/chkconfig –levels 35 httpd on
Langkah terakhir adalah mencoba konfigurasi webserver kita, gunakan saja browser Mozilla Firefox, trus URLnya arahkan ke domain yang baru saja kita buat. Asyik juga khan, punya domain hosting sendiri, ngga hanya dalam format http://localhost.
Cara ini juga yang kayaknya dilakukan oleh perusahaan webhosting yang menggunakan Linux dan Apache. Mereka ngga perlu punya ribuan IP Public, cukup beberapa, terus dari yang beberapa itu dibuat menjadi ribuan virtual Host, salah satunya adalah shared hosting situs saya ini (http://fxekobudi.net) di MWN. Mungkin untuk 1 IP digunakan untuk ratusan domain shared hosting.
Impian saya sih jika kantor saya punya koneksi internet yang lebih baik dan punya beberapa IP Public, saya mau kelola situs-situs di tempat kerja saya pada server yang akan kami gunakan, sehingga ngga lagi terbatas oleh space share hosting (seperti saat ini), batasannya cuma kapasitas harddisk web server dan bandwith internet di tempat saya bekerja.
Impian besar saya berkaitan dengan Web server ini adalah buat usaha ISP di tanah kelahiran saya, Sarolangun…

ian
07 July 2007
mas-mas semua mo tanya nih soal web server
saya pake FC 6 dengan LAMPP sebagai web servernya…masalah yang sekarang kok LAMPP server saya tiba2 jadi aneh…
kronologisnya seperti ini:
saya dan team membangun aplikasi yang berbasis WEB(PHP) awalnya menggunakan webserver Apache2Triad…setelah aplikasi tersebut itu beres kemudian kita pindahkan aplikasi tersebut ke mesin LINUX(Fedora Core 6) yang rencananya dibuat demi kepentingan SERVER kita….
setelah lama mencari2 web server kami pun mendapatkan LAMPP webserver yang memang untuk LINUX…kedian kami install di mesin LINUX kami…
masalahnya pun dimulai….
ada beberapa script PHP dalam aplikasi kita yang tidak bisa jalan setelah dimasukan ke mesin LINUX…seperti script PHP untuk Upload file, dan script ini
———————————————————————————————————–
//script cek ip
if (getenv(“HTTP_X_FORWARDED_FOR”)){
$ip=getenv(“HTTP_X_FORWARDED_FOR”);
} else {
$ip=getenv(“REMOTE_ADDR”);
}
$ip=getenv(“REMOTE_ADDR”);
$b=fopen(“./hit/data.txt”, “r”);
$c=fread($b, filesize(“./hit/data.txt”));
$b=fopen(“./hit/data.txt”, “w”);
$isi=”$usernamen$hari_inin$jamn$ipn$c”;
fputs($b, $isi);
fclose($b);
————————————————————————————————————
pertayaan saya:
perbedaan apa yang membuat script PHP saya tidah bisa jalan normal ketika masuk ke webserver LAMPP??
setting yang harus saya lakukan terhadap webserver LAMPP sehingga dapat berjalan seperti ketika saya menggunakan Apache2Triad di Windows???
adakah webserver lain yang dapat saya gunakan untuk mesin LINUX selain LAMPP??
terimasih atas jawabannya…
cecepswp
26 July 2007
Bagus tutorialnya, saya udah cari banyak tutorial tentang linux web server ngga’ ada yang sepraktis ini. Jadi…untuk pemula seperti saya lebih mudah untuk memahaminya
Syachlan
28 December 2007
OK Buanget dan saya akan coba..
Membuat DNS Server, Web Server dan Database Server Menggunakan Linux Fedora 8 « Gombyok
07 June 2008
[...] Fedora sebenarnya pernah saya tuliskan pada artikel saya yang terdahulu, tentang DNS Server Linux, Web Server Linux. Dengan tujuan membantu rekan-rekan yang baru saja beralih ke Linux dan kebetulan menggunakan Linux [...]
Proxy Server Linux dengan Squid « Djokam354’s Weblog
13 August 2008
[...] redirect SquidGuard untuk mengarah kepada file yang sengaja saya buat di root direktori web server proxy. Untuk melakukannya, tinggal copykan saja pesan Error dalam bahasa Inggris ke direktori [...]
arekbali
14 September 2008
ternyata saya benar2 masih sangat pemula banget….
buktinya aja..dari sekian banyak yang diceritakan sama sekali belum ada yang kesimpen dihardisk bawaan saya….
Proxy Server Linux dengan Squid «
15 October 2008
[...] redirect SquidGuard untuk mengarah kepada file yang sengaja saya buat di root direktori web server proxy. Untuk melakukannya, tinggal copykan saja pesan Error dalam bahasa Inggris ke direktori [...]
Saleum Nanggroe
28 October 2008
[...] redirect SquidGuard untuk mengarah kepada file yang sengaja saya buat di root direktori web server proxy. Untuk melakukannya, tinggal copykan saja pesan Error dalam bahasa Inggris ke direktori [...]
ALASAN MENGGUNAKAN LINUX « MGMP TIK BALIKPAPAN
25 January 2009
[...] lebih mudah. Andaikan saya diminta buat server (saat ini baru DNS, Web, dan Proxy), pasti pilih Linux karna Linux sangat siap untuk dikonfigurasi jadi server. Paket-paket [...]
tomi
29 January 2009
Kalo distro yang paling stabil untuk FTP apa ya MAS?
oky
02 April 2009
mas,ku mo nnya gmn cranya bs dua booting os satu linux satu lagi windows,saya ingin lebih tahu jelas tentang web server,karena saya sedang mengambil tema laporan kerja praktek saya tentang web server,dan saya mohon bntuan dari mas,seblumnya trima kasih yah…
My Little Notes
11 May 2009
[...] redirect SquidGuard untuk mengarah kepada file yang sengaja saya buat di root direktori web server proxy. Untuk melakukannya, tinggal copykan saja pesan Error dalam bahasa Inggris ke direktori [...]
joni
08 June 2009
Sebagai catatan, bahwa direktori root harus dapat diakses oleh webserver (user dan groupnya), dengan demikian, perlu merubah permission direktori tersebut. Jalankan saja command berikut:
[root@ibm-eko fxekobudi]# chown apache.apache [nama direktori]
untuk nama direktori diisi apa mas?
terima kasih
21 Alasan Memilih Linux « soft_idol
17 June 2009
[...] lebih mudah. Andaikan saya diminta buat server (saat ini baru DNS, Web, dan Proxy), pasti pilih Linux karna Linux sangat siap untuk dikonfigurasi jadi server. Paket-paket [...]
Muhammad Yazid Al-Qahar » e-Learning, Software Engineering, Personal Branding, Corporate Blogging, Internet Marketing, Knowledge Management and Open Content
08 July 2009
[...] redirect SquidGuard untuk mengarah kepada file yang sengaja saya buat di root direktori web server proxy. Untuk melakukannya, tinggal copykan saja pesan Error dalam bahasa Inggris ke direktori [...]
Shuhada
20 December 2009
Thank’s infox…
Sangat bermanfaat,,,
.-= Shuhada´s last blog ..Konfigurasi File/Samba Server Debian Woody =-.
Server
27 July 2010
Thx for this helpful post. I had to use google translate and it was hard to read, but ok.
Greets
Server
ibii
12 June 2011
aduhhh…bingung gan..hehee,tp mksh infona
Membuat DNS Server, Web Server dan Database Server Menggunakan Linux Fedora 8 « MasterComputer13
01 October 2011
[...] Fedora sebenarnya pernah saya tuliskan pada artikel saya yang terdahulu, tentang DNS Server Linux, Web Server Linux. Dengan tujuan membantu rekan-rekan yang baru saja beralih ke Linux dan kebetulan menggunakan Linux [...]
5 mistakes
11 December 2011
Your blog is really interesting to me and your subject matter is very relevant. I was browsing around and came across something you might find interesting. I was guilty of 3 of them with my sites. “99% of site managers are doing these 5 mistakes”. http://bit.ly/tBfFqz You will be suprised how simple they are to fix.
wahyu suzuki
15 January 2012
kalo membuat DNS server menggunakan linux slackware gi mana caranya mas broooo….????????

Proxy Server Linux dengan Squid « Noviawidya Blog
29 January 2012
[...] redirect SquidGuard untuk mengarah kepada file yang sengaja saya buat di root direktori web server proxy. Untuk melakukannya, tinggal copykan saja pesan Error dalam bahasa Inggris ke direktori [...]