Jika Anda mau menjelaskan sebuah permasalahan IT kepada orang awam, maka saya dapat memberikan saran:
Jangan gunakan bahasa yang menyangkut istilah-istilah teknis…
Misalnya mengapa Anda harus menjelaskan kalau Pentium 4 itu bermacam-macam? Kenapa ada dual core? Dan kenapa Anda harus marah-marah kepada orang yang hanya tahu sedikit dari sebuah permasalahan yang Anda hadapi. Ajak dia bertemu dengan orang yang ahli istilah2 itu, tunjukkan itu saat Anda bicara dengan mereka yang ahli, saat Anda mengajak dia yang tidak tahu permasalahannya. Karena jika Anda tetap memaksakan bicara, maka orang lain akan menganggap Anda telah menggurui. Saya pun akan sangat tidak suka dengan cara Anda. Orang yang Anda ajak dengan sendirinya akan dapat menyimpulkan bahwa Anda benar! Bahwa Anda ternyata tidak seperti yang diduga sebelumnya. Mungkin pengakuan itu tidak dari bibirnya, tapi dalam hati kecilnya dia akan mengatakan bahwa “aku mulai mengagumimu!” Dan jika orang itu adalah wanita yang diam-diam Anda kagumi, maka Anda layak berbahagia!
Anda juga harus mulai menyadari, bahwa dengan tidak berbicara pun Anda sudah menyelesaikan sebuah permasalahan. Adakalanya sebuah solusi dipecahkan hanya dengan sikap dan komitmen Anda.






Halo bos,,, say tanya ini..saya lulus D.III manajemen informatika..saya juga kepengen kerja yang sesuai dengan latar pendidikan saya..dan saya belum punya pengalaman kerja sebagai seorang IT,,,bagaimana cara nya agar saya bisa masuk ke dunia IT.karenda perusahaan kebanyakan menerima karyawan yang sudah berpengalaman…dan sebenarnya tugas seorang it itu apa sih…
Syarat minimum untuk menjadi seorang IT
Inilah komposisi minimal yang harus dikuasai oleh seorang yang bergerak di bidang IT (khususnya programmer) menurut saya.
1. Bisa mengoperasikan dan maintenance sistem operasi.
2. Mengerti konsep database.
3. Minimal mengerti strategi testing.
4. Mengerti dan mau melakukan design pattern & refactoring.
5. Mampu berkomunikasi dengan system analyst atau customer.
6. Bersedia membaca manual.
7. Bisa menggunakan version control.
8. Berpatokan pada problem solving.
Syarat di atas saya jabarkan sebagai berikut:
1. Ini jelas, bagaimana mungkin seorang yang mengaku sebagai seorang IT namun tidak dapat mengoperasikan sistem operasi. Untuk urusan maintenance walaupun itu ada yang bilang adalah bagian dari tugas System Administrator, seorang IT juga paling tidak mempunyai kemampuan troubleshooting, karena selain meningkatkan pengetahuan tentang problem solving, dari sana juga bisa didapat pemahaman dari cara kerja komputer secara mendalam.
2. Mengerti konsep database yaitu bagaimana cara mendesain database yang benar, minimal yang berpatokan pada normalisasi. Dan cara melakukan query yang efisien.
3. Testing sangat berguna bagi kualitas dari sebuah software. Karena software yang belum melewati testing yang benar dan tepat, dapat dikatakan bahwa state dari software itu masih alpha alias belum siap untuk dideliver ke customer. Saat ini banyak tool yang mendukung untuk software testing, misalnya JUnit, DBUnit, SimpleTest.
4. Ini yang biasanya kurang (tidak) diajarkan saat kuliah. Pengembangan suatu software membutuhkan biaya untuk maintenance. Biaya tersebut dapat diminimalisasi dengan mendesain atau melakukan refactoring code dengan baik.
5. Saya kurang setuju dengan anggapan bahwa tugas system analyst hanya mencari user requirements, menganalisa, dan membangun sistem terkomputerisasi, sedangkan programmer hanya menjadi end-user dari hasil analisa tersebut (baca: coding). Seharusnya seorang programmer juga ikut ambil bagian dari semua proses tersebut agar mengerti secara mendalam dari requirements yang diinginkan oleh user. Menurut saya seorang system analyst tidak harus berasal dari kalangan orang IT, namun yang lebih menguasai tentang sistem yang dibuat. Contohnya accounting system dikerjakan oleh system analyst dari background accounting.
6. Bersedia membaca manual berarti bersedia untuk mengupgrade skill sendiri, ini mutlak diperlukan karena perubahan (upgrade) di bidang IT bergerak sangat cepat.
7. Bagaimana seandainya keyboard kita tidak mempunyai tombol backspace atau fasilitas undo. Tentunya susah sekali untuk mengetik atau membuat sesuatu, dimana harus mengetikkan semuanya dengan hati-hati. Nah, version control bisa berfungsi sebagai tombol backspace atau undo pada pengembangan software, selain untuk maintenance release dari software itu sendiri.
8. Suatu software tidak akan berguna apabila tidak dapat memecahkan masalah atau membantu kehidupan manusia. Maka itu buatlah software yang dapat membantu kehidupan manusia. We are the master, computer is just our slave.