Istilah Kampus Berbeda Dengan Sekolah

Tulisan ini berlatarbelakang pertanyaan teman saya: apakah sebuah satuan pendidikan yang terdiri dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP dan SMA yang berada pada satu tempat dapat disebut dengan kampus? (Sebagai contoh misalnya TK, SD, SMP dan SMA Tarsisius 2 Jakarta yang berada dalam satu gedung bertingkat kemudian disebut sebagai Kampus Tarsisius 2, bukan Sekolah Tarsisius 2). Karena saya bukan pakar pendidikan, saya menjawabnya dari sisi yang berkaitan dengan pekerjaan saya saat ini sebagai Staf Teknisi yang mungkin tidak ada kaitannya dengan kacamata disiplin ilmu yang saya tekuni di kampus dahulu. Sebenarnya alasan ini saya buat-buat saja dan tidak ilmiah, saya tidak tahu apakah alasan ini berkaitan atau tidak, saya hanya ingin menuliskannya saja.

  1. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi online/daring (dalam jaringan) yang database utamanya merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (Pusat Bahasa): kampus adalah daerah lingkungan bangunan utama perguruan tinggi (universitas, akademi) tempat semua kegiatan belajar-mengajar dan administrasi berlangsung. Sedangkan sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut tingkatannya, ada dasar, lanjutan, tinggi. Dengan demikian TK, SD, SMP dan SMA yang berada dalam sebuah bangunan menggunakan istilah Sekolah, bukan Kampus.
  2. Menurut Wikipedia, kata kampus berasal dari bahasa latin, yaitu campus yang berarti “lapangan luas”, “tegal”. Dalam pengertian modern, kampus berarti, sebuah kompleks atau daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau perguruan tinggi. Bisa pula berarti sebuah cabang daripada universitas sendiri. Misalkan Universitas Indonesia di Jakarta, Universitas Indonesia memiliki ‘kampus Salemba’ dan ‘kampus Depok’.” Di Wikipedia istilah Kampus terdapat dalam kategori Perguruan Tinggi. Sekolah adalah tempat didikan bagi anak anak. tujuan dari sekolah adalah mengajar tentang mengajarkan anak untuk menjadi anak yang mampu memajukan bangsa. Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru. Di Wikipedia juga terdapat klasifikasi sekolah, bahwa sebutan untuk SD, SMP dan SMA merupakan sebuah kesatuan untuk sekolah, bukan kampus. Sehingga kita tidak bisa memasukkan kampus Tarsisius 2 misalnya dalam kategori Sekolah.
  3. Google dan search engine lainnya (Bing, Yahoo, Wikipedia, dst.) mengindeks istilah sekolah (diatur di Google Webmaster Tools, Bing Webmaster Tools), untuk pencarian dengan kata kunci TK, SD, SMP dan SMA, saat kita mencari dengan nama kampus maka yang ditemukan adalah universitas dan sekolah tinggi. Dengan demikian saat kita memaksakan menggunakan kata kampus, ketika calon orang tua siswa dan calon siswa mencari dengan kata kunci pencarian sekolah di jakarta otomatis rangking Google untuk dapat menemukan sekolah tersebut sangat rendah, mungkin bisa di halaman paling akhir dari hasil pencarian.
  4. Nama Domain untuk sekolah tersebut terdaftar dengan Nama Domain Indonesia tingkat kedua yang sudah berlaku yaitu sch.id. Domain sch.id menurut Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) dalam dokumen Kebijakan Pendaftaran Nama Domain berarti menunjukkan nama domain resmi sekolah di Indonesia. Nama domain sch.id diperuntukkan bagi Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah, yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian lainnya, termasuk  pendidikan  non-formal  (luar  sekolah)  yang diakui oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Dokumen yang dipersyaratkan adalah: Untuk sekolah resmi (Surat Keterangan Kepala Sekolah atau Kepala Lembaga, KTP Republik Indonesia). Untuk Pendidikan non formal yang diakui oleh SKPD (SK Pendirian Lembaga dari Kementerian atau SKPD terkait dan KTP Republik Indonesia). Sedangkan untuk nama kampus menggunakan ac.id. Misalnya sekolah tersebut mendaftarkan dengan nama Kampus Tarsisius 2 baik dalam Kop Surat maupun surat ijin permohonan pendaftaran nama domain, saya yakin yang akan diberikan adalah domain level dua ac.id, bukan sch.id.
  5. URL untuk semua sosial media resmi milik sekolah yang sudah digunakan selama ini dan di-follow oleh siswa dan orang tua siswa, guru dan keluarga besar sekolah menggunakan istilah sekolah, misalnya sebagai berikut:
    1. Official Facebook Sekolah yang sudah diverifikasi dan dikonfirmasi bahwa halaman tersebut autentik milik sekolah (https://www.facebook.com/sekolahtarsisius2)
    2. Google Plus dan Google Maps Sekolah yang juga sudah terverifikasi oleh Google (https://plus.google.com/110025756865487524250)
    3. Flickr Sekolah (https://www.flickr.com/photos/sekolahtarsisius2/),
    4. Twitter Sekolah (https://twitter.com/sekolahtarsi2)
    5. Youtube Sekolah (https://www.youtube.com/user/SekolahTarsisius2)
    6. Instagram Sekolah (https://www.instagram.com/sekolahtarsisius2/)
  6. Berdasarkan Database Pusat Data Sekolah Kemdikbud di Laman Sekolah Kita, untuk menemukan Informasi Sekolah di seluruh Indonesia berupa Profil, peta lokasi, dan perbandingan 644,362 sekolah tingkat paud, dasar, menengah, dan pendidikan masyarakat di 514 Kab/Kota. Jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, serta TK di sekolah tersebut termasuk dalam kategori sekolah Swasta Nasional. Data Sekolah di laman resmi Kemdikbud tersebut bersumber dari data Dapodik yang dikelola oleh masing-masing sekolah di seluruh Indonesia.
  7. Nomor Pokok Sekolah Nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2008 tentang “Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Departemen Pendidikan Nasional”, dan Surat Keputusan Kabalitbang Diknas Nomor 3574/G.G4/KL/2009, tanggal 22 Oktober 2009, tentang “Nomor Pokok Sekolah Nasional sebagai nomor unik satuan pendidikan”, maka semua sekolah dari jenjang TK sampai SMA baik negeri ataupun swasta di Indonesia diwajibkan untuk mendaftarkan sekolahnya ke dinas pendidikan untuk mendapatkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NSPN). NPSN merupaan kode pengenal satuan pendidikan (sekolah) yang bersifat unik dan membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. NPSN adalah kode pengenal yang ditetapkan oleh PDSP dan diberikan kepada satuan pendidikan (sekolah) melalui dinas pendidikan kabupaten/kota diseluruh wilayah Indonesia. Penggunaan NPSN dimaksudkan untuk kemudahan dalam pengelolaan data satuan pendidikan.
  8. Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Undang-undang No 20 Tahun 2003) di BAB VI JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN Pasal 17 dan 18: SD merupakan singkatan dari Sekolah Dasar, SMP Sekolah Menengah Pertama, dan SMA Sekolah Menengah Atas. Jelas bahwa SD, SMP dan SMA adalah Sekolah jika dilihat dari kepanjangannya, bukan kampus.
  9. Badan Akreditasi Nasional Sekolah untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA, sedangkan untuk kampus namanya Badan Akreditasi Perguruan Tinggi.
  10. Sekolah merupakan Wawasan Wiyata Mandala. Secara formal Wawasan Wiyata Mandala ditetapkan dalam Surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) nomor :13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 sebagai sarana ketahanan sekolah. Wawasan Wiyata Mandala merupakan konsepsi atau cara pandang; bahwa sekolah adalah lingkungan atau kawasan penyelenggaraan pendidikan. Tujuan pendidikan seperti termaktub dalam pasal 3, UU Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Sekolah mengemban misi pendidikan oleh karena itu sekolah tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar tujuan pendidikan. Sekolah harus benar-benar menjadi ciri khas masyarakat  belajar di dalamnya. Komponen Peran Wawasan Wiyata Mandala Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Orang Tua Siswa.
  11. Misalkan pagi hari kita di jalan bertemu dengan anak berseragam SD, SMP dan SMA kemudian kita menyapa dengan pertanyaan ini: Mau kemana? Otomatis mereka akan menjawab: Mau ke Sekolah. Sepertinya tidak mudah mendapatkan jawaban: mau ke kampus. Kecuali hari itu memang ada kunjungan siswa di sekolah ke universitas tertentu. Begitu juga setiap menyebut Sekolah secara otomatis saya membayangkan anak-anak SD, SMP, dan SMA dengan seragam sekolah. Sedangkan setiap menyebut kampus pikiran saya mengatakan anak-anak muda tanpa seragam yang sibuk di bangku kuliahnya.

Berdasarkan beberapa alasan di atas, maka kesimpulan saya bahwa sebuah satuan pendidikan yang memiliki jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA yang berada pada satu tempat sebaiknya tetap menggunakan istilah sekolah, bukan kampus.

Referensi:

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia: Kampus. http://kbbi.web.id/kampus
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia: Sekolah. http://kbbi.web.id/sekolah
  • Wikipedia Sekolah. https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah
  • Wikipedia Kampus. https://id.wikipedia.org/wiki/Kampus
  • Badan Akreditasi Nasional Sekolah. http://bansm.or.id/
  • Nomor Pokok Sekolah Nasional. http://referensi.data.kemdikbud.go.id/
  • Pengelola Nama Domain Indonesia. https://pandi.id/
Tagged on: , , , , ,