Masalah Job Description Orang IT
by FX. Eko Budi Kristanto on June 16, 2007
in Opini
Menjadi orang IT di sebuah lembaga yang awam dengan urusan komputer (IT), akan sangat berbeda jika menjadi orang IT perusahaan yang memang khusus bergerak di bidang IT, karena dibutuhkan orang yang mempunyai komitmen, motivasi dan imajinasi (lebih) sehingga dapat bertahan dengan aneka tuntutan dan pemahaman yang keliru akan pandangan lembaga kepada orang tersebut… Juga karena dibutuhkan kemampuan untuk meng-coding bahasa orang IT menjadi bahasa yang mereka pahami, dalam berbagai kasus (berdasar situasi dan kondisi) yang mungkin dapat dipecahkan atau menjadi lebih baik dengan bantuan IT. Pandangan bahwa lulusan Ilmu Komputer/Teknik Informatika harus menguasai berbagai bidang komputer menjadi tekanan dan tantangan yang sangat berat… (Seharusnya mereka menyadari, bahwa seorang Guru Bahasa Indonesia belum tentu dapat menjadi Guru Bahasa Inggris… Meski dengan SubJudul yang sama, Guru Bahasa…)
Saya kenal seorang teman bernama Budi yang kemudian bercerita kepada saya tentang pengalamannya. Awal ceritanya begini: sampai saat ini secara kelembagaan Budi dan rekan-rekan sekerjanya belum mendapat status sebagai staf IT. Sebutan staf IT adalah sebutan yang Dia buat sendiri untuk memudahkan dalam memberi gambaran ke orang lain (yang paham job description bidang IT). Hampir 3 tahun Budi dan rekan-rekannya bekerja dengan job description yang sangat kompleks:
-
Hardware: merakit, troubleshoot, minta penawaran harga, beli peripheral.
-
Software: instal, maintenance, dan update.
-
Jaringan: merancang, memasang kabel, bikin server, pasang koneksi internet, maintenance jaringan intranet/internet n server.
-
Sistem Informasi: menganalisa sistem, bikin situs, hosting, admin web, milis, editorial Internet.
-
Kebijakan Pengembangan: merancang program pengembangan, presentasi, survei.
-
Pengembangan SDM: memberi pelatihan, bikin panduan.
-
Administrasi: laporan pertanggungjawaban, operator web.
Ringkasnya, menangani berbagai bidang disiplin ilmu dari (implementasi) satu Fakultas Ilmu Komputer. Kalau diibaratkan komputer dan jaringan, ini adalah simulasi clustering 20 PC yang dipaksa dijalankan pada 1 PC… Untungnya bahwa si Budi dan rekan-rekannya adalah supercomputer (mainframe) yang menggunakan Linux sehingga tahan banting…
Sebagian besar orang di tempat kerjanya menganggap Budi dan rekan-rekannya adalah Teknisi Komputer (Teknisi Komputer yang bagaimana ya?). Dengan berbagai beban tugas yang demikian, Budi dan rekan-rekan dalam Surat Perjanjian Kerja selama ini adalah sebagai Staf Divisi Pengadaan Barang Pelengkap Pendidikan. Permasalahannya adalah bagaimana pengalaman kerja Budi yang sudah hampir 3 tahun ini Budi tuliskan dalam CV Budi? Setiap hubungan dengan perusahaan IT dan lembaga lain selama ini, Budi selalu bertanya-tanya dalam hatinya, Budi harus menyebut Jabatan sebagai apa di tempat kerjanya? Staf Divisi Pengadaan Barang Pelengkap Pendidikan? Siapa yang tahu apa kerjanya?
Harapan Budi hanya ada 2:
-
Bahwa Budi ingin sebuah surat pengalaman kerja dengan status sebagai Staf IT (keren khan? Hehe…). Budi menyadari bahwa gelarnya (S1) saja bukan Sarjana Komputer (melainkan Sarjana Sains)… Kira-kira mau ngga pihak manajemen SDM memberikan surat pengalaman kerja sebagai Staf IT? Untuk semua deskripsi kerja yang disebutkan di atas? Karena permasalahan terbesar Budi adalah bagaimana Budi menjelaskan bahwa Dia adalah orang IT (di tempat kerja yang lama) saat Budi melamar pekerjaan yang baru?
-
Budi juga ingin agar simulasi clustering itu dijalankan pada 20 PC, karena hasilnya pasti akan jauh lebih baik, lebih cepat dan tidak terbayangkan…
Di akhir cerita Budi berbisik lirih kepada saya, bahwa Budi hanya ingin menjadi seperti pesan Bapaknya, “Le, dadio wong sing migunani tumraping liyan…”,









nggih mas eko, mugi2 jabatan mas budi bisa berubah jd “IT STAFF” he3x…
Cerita mas Budi sama dengan saya yang harus membangun sistem informasi di sebuah sekolahan di bandung. tetap berja Mr. Budi. Bravo Cayo
Semoga harapannya terlaksana….,
1. solusinya ajak bicara atasannya
2. lihat kembali job. des. di dalam satu pertemuan
3. rumuskan kembali dan tarik kesimpulannya bersama
Uraian tugas yang disampaikan oleh budi memang merupakan tugas seorang IT dengan level low untuk di perusahaan yang belum mengenal IT.
Oleh karena itu tugas anda untuk memperkenalkannya dalam suatu pelatihan
semoga dapat ditarik kesimpulan.
good luck deh mas…hari gini yang penting ilmunya, bukan cuma sekedar title (surat keterangan bisa dipalsuin),………
soal kerjaan berikutnya klo mas punya skill baik, pasti bisa diterima dimana aja….
Do’ain saya juga mas biar diterima kerja di bid. IT….
wah.. pengalaman mas budi ini mirip dengan yg sekarang saya jalanin nih… hehehe.. cuma bedanya, saya dikasih jabatan “Administrator” gara2 seringnya saya login ke komputer2 di kantor untuk ‘nembak masalah’ (troubleshooting) dengan username “Administrator”
)
)
tetap semangat, mas budi!
halo, mas eko!
Memang begitulah keinginan dan harapan Perusahaan terhadap (dengan adanya) orang I/T; hal yang sangat wajar karena pemahaman Perusahaan adalah demikian (pokoknya segala sesuatu yang menyangkut urusan komputer(??) beres).
Tinggal bagaimana dia menterjemahkan dan me-manage-nya termasuk merecruit orang yang tepat untuk melaksanakannya.
Saya setuju bahwa hal tsb. harus dibicarakan dengan atasan/HRD mengenai penugasannya guna menyusun Job Desc. sebagai panduan dan kejelasan tugas dan tanggung jawabnya.
Wiiihhhh…..hampir sm nich kaya gue. Gw skrang kerja di Forwading dan posisi gue di IT (staff), padahal gue tuh lulusan D3 teknik mesin…..ga nyambung khan !!. Ikutin aja aruh yg berjalan tapi harus consistent dan profesional.
To Mas Budi,
Hampir sm am yg sy jalanin skr. Curhat dikit bolehkan Mas Eko….
Sudah 2 th lebih sy bkrj sbg Staf IT di per swasta yg bukan IT. Disini sy menangani sekitar 80an PC/User + server, troubleshooting, jaringan, bahkan sy juga membuat program. Tapi selain dr pd itu, sy juga (dituntut harus bisa) menangani mesin fax, terkadang instalasi lisrik (memasang stop kontak) utk komp. Apakah itu juga pekerjaan seorang IT Staf ?
Tapi dr itu semua kita harus profesional dan ikhlas tentunya.
Salam,
IT / Superman ?
senasib nie, tapi ga gitu2 amat. saya udah kerja 6 tahun, 3 tahun pertama di Product desain, dengan jobdesc yg jelas, 3 tahun terakhir mutasi ke cabang bekasi di bagian drafter engineering. yang struktur departemen ga jelas dan jobdesc nya sangat tidak jelas sekali. jadi kerjanya serabutan. sering nya ngerjaiin kerjaan IT. banyak rekan2 kerja kalau ada masalah komputer dari masalah jaringan, install program, hardware, sampe juga ngajarin trik-trik make komp, komplain ke saya. katanya IT nya kurang respon. yo a enak si sebenernya ada orang yang berwenang. tapi gimanalagi “di jaluki tulung”.
saya juga punya pengalaman seperti itu mas, duLu saya sebagai staff Imaging Officer (IO), nah urusan yang berhubungan dengan komputer slalu saya yang ngerjain, dari masalah jaringan, Virus, Hardware, dan Software. nah sekarang saya dapet surat pengalaman kerjanya sebagai IO, trus kemaren saya ngelamar di UGM trust di tanyain pengalaman kerjanya sebagai apa, dan kerjanya disana ngapain. trus saya jawab apa adanya, ngak tau mereka percaya atau tidak … hehehe
saya kira cuma saya yang bingung…
mungkin lebih parah dari mas budi…
saya sekolah di Madrsah Aliyah terus ke UIN
lulus S1 ijazah Sarjana Hukum Islam tapi kerjanya
cuma mainan kabel listrik dan CPU. mau cari kerja lain apa ya ??????
apalagi gue..
tadinya gue ngerasa blank banget sama yang namanya komputer n’ temen2nya itu
gimana coba gue cuman lulusan SMK, skarang kerja dipemerintahan bagian IT software support, trus lg nerusin kuliah ilmu pemerintahan .. binun..binun ??
tapi Alhamdulillah berkat ktekunan dan niat bljar akhirnya
bisa ngerti juga kerjaan..
Thank you Allah..!!
wah.. artikel mas sama persis yang saya alami sekarang…, jadi Staff IT (JobDeskNya WebMaster), tapi waduh… kerjaan yang berhubungan ke komputer diserahkan ke saya.. wah2… sampe klenger…mulai Web develop, design, Bikin Web server, pengaturan jaringan, Troubleshooting, webmastering… sampe komputer Hang pun… pasti langsung “Mas Beni, ini Gimana,….rrrrggghhh” (Curhat Colongan ni, maklum IT staff nya cuman saya… ga da TIM si),…
saya juga punya pengalaman yang seperti itu mas.. moga impian mas terkabulkan.. amin. sy boleh curhat sedikit nih.. bagi saya yang paling tersulit adalah membangun SDM pengguna IT nya mas, daripada kita membangun IT nya. dan menurut saya IT adalah mengubah cara manusia secara fundamental yang keluarnya adalah sebuah perubahan dan pelayanan..
sukses ya.. mas
Semua yang teman2 (atau adik2 aja ya soalnya gw dah pensiun jadi pegawai) alami ini sudah pernah saya alami ….dan saya waktu itu dengan senang hati mengerjakan semua keluahan user atau pemakai komputer yang tidak mau belajar dan maunya tanya melulu meskipun persoalannya sama. Saya masuk dunia IT sejak tahun 1984 artinya kuliah sejak tahun itu dan allhamdullillah semester ke 2 saya sudah bisa cari duit dengan cara menjual program dan menjadi petugas pusat komputer di Sekolah Tinggi Manajemen dan Komputer dimana saya kuliah. Saya selesai kuliah ambil D3 tahun 1987 dan tetap terus menjadi petugas Pusat Komputer dan mengerjakan beberapa proyek IT. Th 1990 diminta masuk di Salah satu BUMN dan menjadi staf IT sebagai programmer Unior dari th 1990 s/d 1998. Ya sebenarnya masalah Job Desc sebenarnya sudah jelas tetapi masalah yg ada kadang2 tidak masuk dalam Job Desc tersebut tetapi saya tidak mau tinggal diam karena saya percaya setiap apa yang saya lakukan dan itu bermanfaat buat orang lain pasti ada juga manfaatnya buat diri saya pribadi.Alhamdullillah tahun 1999 saya diangkat menjadi Officer dan ditempatkan di bagian system support karena saya punya beberapa keahlian yaitu programming, Operating System, Hardware dan Networking keahlian tersebut sebagian besar diperoleh dari usaha untuk membantu user yg sedang kesulitan. Dan tahun 2001 saya diangkat menjadi manager System Support untuk memimpin beberapa personil. Selanjutnya di tahun 2003 saya dipercaya menjabat sebagai General Manager IT s/d th 2005 dan tahun 2005 s/d 2008 saya mendapat tanggung jawab tambahan sebagai GM IT Services dan Procurement. Dan saat ini saya sudah berhenti ambil pensiun Dini dan berencana merintis usaha sendiri. Buat adik2 yg bergerak dibidang apapun saya ada saran yg mudah2an bermanfaat, kadang2 kita tidak berada pada tempat yang kita inginkan tetapi apabila kita sudah berada ditempat tersebut gunakanlah semua kemampuan yang ada untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain …..karena setiap manfaat yang sudah kita berikan kepada oranglain sudah dijanjikan oleh pencipta kita akan bermanfaat juga buat kita demikian juga sebaliknya setiap kejahatan yang kita lakukan akan merugikan kita. “Perbanyaklah membantu orang dengan ikhlas niscaya bantuan yang kita berikan ini akan mendapatkan balasan dari Allah SWT”
Salam sukses dan jangan selalu menyalahkan lingkungan karena ketidak berhasilan kita.
Hebat Mas Budi, dan tenyata buanyak perusahaan yang memfaatkan tenaga-tenaga yang kita bisa….
Termasuk saya mas..
Ku lulusan Maritim Jurusan Nautica/Navigator
tapi sekarang kuharus kerja di IT kantor dan juga GA (ga nyambung banget)
kalo dipikir2 pingin berontak dengan kerja campur aduk ga karwan job desc nya….
kadang ketawaku kecut mas kalo sudah ada masalah buanyak…
Dengan permasalahan di atas ku coba membesarkan hati… tidak semua orang bisa punya kesempatan kaya kita mas.
Tetap semangat mas.
Salam
kalo aq lebih parah, jabtan eselon III bagian IT di sebuah BUMN, ada pjbt eselon yg sama nyuntikin tinta aja ke pejbt TI, ampun… ini mah ngledek org TI.
bagus banget artikelnya…gw suka,thank ya
alnect computer
Wah sama persis nih mah sama saya, cuma saya ini lebih parah. Kondisi saya saat ini, pada ‘departement IT’ hanya berdua menangani -/+ 45 PC. Dengan segala tanggung jawab di atas, saya juga di tuntunt untuk mengerjakan semuanya secara cepat. Jadi setiap hari kerja hanya STRESS dikejar-kejar dead line. Sementara user-user itu pun selalu memanggil bahkan untuk urusan sederhana. Ada lagi, sebelum pekerjaan saya yang lain selesai, atasan selalu menambah pekerjaan saya. Duhhhh Stress-nya… Karena itu saya sangat mengerti apa yang dirasakan oleh Mas Budi di atas.
IT / Superman!???
Berjuang saja lah…
Caiyo!
Lim Afriyadi´s last blog ..Rusmanto Maryanto dan Linux: Pengguna Linux tidak harus Belajar Linux
pancen wong TI kudu multi talent mas, bahkan di perusahaan TI kecil orang TI sering melakukan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan TI…
yang penting iso berkembang dan berguna mas, think side of the box aja deh mas…
oia mas..tambah lagi..design grafis / video / dll juga
numpang copas mas budi, buat dishare ke temen2
Cerita Mas Budi diatas tidak jauh berbeda dengan cerita saya, cuma saya lulusan ekonomi….
mas ceritane keren, ijin tak print out yah, ma ta critain ke temen2 IT, keren…
artikelnya bagus,, ga keberatankan klo tak share
iso software