Bulan ini sekolah-sekolah di tempat kerja saya resmi menggunakan domain sekolah sch.id, yang terdaftar di PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Selain domain baru, kami juga memindahkan hostingnya ke hosting Binus. Lumayan juga proses migrasinya, karena saya kerjakan sendiri
dibantu 1 System Administrator dari IT Directorate Binus. Jumlah situs web yang dipindahkan hostingnya ada 17. Mulai dari web portal sekolah, elearning, katalog perpustakaan online dan inventory. Selain untuk kepentingan situs web sekolah, domain sekolah juga digunakan untuk sistem email dan kolaborasi menggunakan Google Apps for Education.
URL (weblinks) untuk semua domain sekolah tersebut dapat dikunjungi di sini: Sekolah Tarsisius 1, Sekolah Damai, Sekolah Tarsisius 2, Sekolah Vianney, Sekolah Tarsisius Vireta, E-Learning Sekolah Tarsisius 1, E-Learning Sekolah Damai, E-Learning Sekolah Tarsisius 2, E-Learning Sekolah Vianney, E-Learning Sekolah Tarsisius Vireta, Continue reading »
Salah satu Open Source Software untuk Learning Management System (LMS) yang paling banyak digunakan di Indonesia dan dunia adalah Moodle (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment). Daftar sekolah dan universitas yang menggunakan Moodle dapat dilihat di situs resmi Moodle (http://moodle.org/sites). Sebelum instal Moodle, tentu saja LAMP server harus sudah siap. Untuk instal LAMP server di Ubuntu, artikelnya bisa dibaca di Instalasi dan Konfigurasi LAMP server di Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope). Khusus untuk instal Moodle versi 2.0 di Ubuntu yang perlu ditambahkan adalah ekstension php intl (dukungan internasionalisasi bahasa), caranya dengan command berikut:
sudo apt-get install php5-intl
Persyaratan umum Moodle versi 2.0 adalah: PHP 5.2.8, MySQL 5.0.25 atau Postgres 8.3 atau MSSQL 2005 atau Oracle 10.2. Source Moodle 2.0 bisa di download dari situs resmi Moodle dengan 2 format file yang bisa dipilih (tgz dan zip), dan pilih versi 2.0.x (usahakan pilih yang terbaru dari versi 2.0), source setelah terdownload dengan nama moodle-latest-20.tgz. Continue reading »
Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti Jardiknas, Buku Sekolah Elektronik (BSE), Model Website Sekolah, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, anugerah ePendidikan, Balitbang Kemdiknas, Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas), dan Badan Standar Nasional Pendidikan secara tidak langsung menjadi salah satu wujud perhatian pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah Indonesia saat ini. Di sisi lain, sekolah juga perlu menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pemanfaatan TIK, baik sebagai media pembelajaran (e-Education), e-Learning, administrasi sekolah maupun layanan informasi sekolah dan pendidikan (website sekolah dan pendukungnya) agar menjadi lebih optimal, efektif dan berdayaguna. Continue reading »

Sistem informasi berbasis web (website) yang dibutuhkan sekolah, diantaranya berupa website sekolah (bisa berwujud portal), portal alumni sekolah, website e-learning, dan katalog perpustakaan online. Untuk membangun sistem informasi tersebut, diperlukan mesin yang memiliki kemampuan menangani konten informasi secara dinamis.
Pengembang dan komunitas Open Source dunia telah memberikan banyak pilihan CMS Open Source yang tersedia bebas di Internet dan sudah terbukti handal serta banyak digunakan berbagai lembaga pendidikan (sekolah) di dunia. Dari berbagai CMS Open Source tersebut, berdasarkan fungsi dan fiturnya, dan berdasarkan penggunanya selama ini, CMS Open Source apa yang tepat untuk sekolah? Continue reading »
Tidak ada kata terlambat dan menyerah untuk maju. Kalimat ini tepat jika saya ucapkan untuk kebijakan Program IGOS yang akan dideklarasikan untuk kedua kalinya, yaitu IGOS Summit 2. Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang selalu mengganggu tidur saya sejak pertama saya membaca akan berlangsungnya event tersebut:
- Apa yang menjadi latar belakangnya, apakah IGOS pertama gagal?
- Apa tujuan dan komitmen yang akan dibangun melalui IGOS Summit 2?
- Siapa saja yang akan menandatangi deklarasi IGOS kedua kalinya ini?
- Apa saja strategi pelaksanaan komitmen tersebut?
- Apakah besok akan ada lagi program IGOS Summit 3? IGOS Summit 4? IGOS Summit 5?
Tentu saja jawaban ini akan saya peroleh beberapa saat lagi setelah mengikuti event tersebut
(semoga saja masih ada tempat yang tersedia, sehingga saya bisa mengajak rekan-rekan kerja saya yang lain).
Berbicara mengenai pertanyaan strategi pelaksanaan komitmen IGOS Summit 2 dalam dunia pendidikan, saya ingin menuliskan harapan sekolah yang ingin mewujudkan komitmen tersebut dengan menggunakan Free/Open Source Software (FOSS) dalam proses pendidikan dan administrasi sekolah. Sekedar usulan dan saran yang menjadi uneg-uneg atas permasalahan yang biasa terjadi di sekolah (dan bukan mewakili sekolah). Harapan ini adalah berdasar pengalaman dan situasi yang saya lihat selama bekerja sebagai staf IT 4 tahun di sekolah, salah satunya bahwa ternyata tidak mudah memperkenalkan Free/Open Source Software (FOSS) di sekolah. Saya merasa sekarang adalah waktu yang cukup tepat untuk menuliskannya, bertepatan dengan event IGOS Summit 2. Tujuannya tentu saja untuk berbagi pengalaman, yang barangkali dapat menjadi inspirasi dengan harapan semoga kebijakan program IGOS Summit 2 tidak hanya sebatas ide bagi penggunaan FOSS di sekolah. Continue reading »






My Recent Comments