Jika di tempat rekan-rekan pembaca ada yang berencana untuk menggunakan dual sistem perangkat lunak yang digunakan di laboratorium komputer sekolah dengan menyandingkan perangkat lunak berbasis Windows dan perangkat lunak Open Source, saya memiliki beberapa usulan yang barangkali dapat menambah daftar alasan yang digunakan untuk menjelaskan fungsi perangkat lunak kedua (Linux dan aplikasi open source di dalamnya)
- Memperkenalkan siswa akan software sistem operasi dan aplikasi open source yang gratis dan saat ini sangat populer di kalangan komunitas IT dan universitas kepada siswa, berkaitan juga dengan materi tentang lisensi software dan HAKI. Minimal siswa pernah melihat dan menggunakannya.
- Digunakan dalam materi Sistem Operasi, jenis lisensi software, Internet dan materi lainnya: 1. Belajar mengenal desktop dan lingkungan Linux Ubuntu. 2. Mengenal aplikasi open source untuk: office, jaringan, pemrograman, desain grafis, desktop publishing, multimedia, internet, komunikasi, pengaturan sistem. Continue reading »
Berikut ini adalah cara saya menginstal LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP) di Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope) versi Desktop yang saya gunakan saat ini di notebook saya untuk belajar CMS Drupal secara lokal. Nantinya saya akan menjalankan Drupal dengan URL mengarah kepada localhost. Sebenarnya panduan singkat ini sebelumnya saya rencanakan untuk demo instalasi wordpress pada Ubuntu (untuk Guru Komputer) di Lab Komputer tempat kerja saya minggu lalu, namun karena waktu pertemuan yang terbatas sehingga tidak jadi dilaksanakan. So, saya publish saja disini.. Continue reading »
Salah satu alasan saya memilih Ubuntu sebagai distro favorit untuk desktop adalah adanya release versi LTS (Long Term Support). Update sistem didukung selama 3 tahun untuk versi dekstop dan 5 tahun untuk server. Setelah merasa sangat nyaman dengan sistem yang sudah ada (saat ini dengan Ubuntu 8.04.1 LTS-Hardy Heron), selain powerfull dan stabil saya juga merasa sayang untuk mengganti sistem hanya untuk sekedar coba-coba. Maksud saya bahwa untuk menggunakan aplikasi FOSS terbaru pada distro favorit, saya tidak harus upgrade distro secara keseluruhan.
Dengan dilaunching-nya release baru OpenOffice.org versi 3 serta GIMP (GNU Image Manipulation Program) versi 2.6, pengin sekali upgrade kedua aplikasi tersebut dalam desktop Hardy yang saya gunakan. Meski demikian, dalam repository update Hardy Heron, versi OpenOffice.org 3 dan GIMP 2.6 tidak disertakan. Oleh karenanya, kita perlu instal sendiri dua aplikasi favorit tersebut. Mengenai fitur baru di OpenOffice.org dapat dibaca di OpenOffice.org dan situs UGOS, Fitur Baru OpenOffice.org 3.0 Versi Stable. Sedangkan informasi fitur baru GIMP 2.6 dapat dibaca di catatan release GIMP 2.6. Continue reading »
Ini adalah artikel beberapa bulan lalu yang saya temukan terselip di arsip data-data saya, sayang jika dibuang..
Setelah googgling untuk mencari berbagai informasi mengenai virtualisasi di Linux, akhirnya saya putuskan untuk memilih Qemu sebagai open source processor emulator pilihan saya di Fedora 9. Alasannya sederhana saja, saya melihat judul dari situs Qemu, "QEMU is a FAST processor emulator". Qemu sendiri selain di Linux, dapat juga dijalankan pada Windows dan Mac OS sebagai host ataupun guest.
Paket yang perlu diinstal silahkan diunduh dari repository livna, sesuaikan dengan versi kernel yang digunakan: akmods-kqemu dan kmods-kqemu Continue reading »
Sudah cukup lama saya ingin memberikan sebuah Laptop untuk istri. Laptop yang kira-kira cocok untuk guru, karena istri saya saat ini bekerja sebagai guru Sekolah Dasar (bukan guru komputer). Dan kebetulan pada bulan ini (Agustus) adalah Ultah istri saya, so merupakan saat yang tepat untuk memberikan kado ultah. Setelah melalui berbagai proses (pinjaman lunak dari koperasi salah satunya..), akhirnya kesampaian juga. Minggu lalu saya ajak istri melihat-lihat ke toko komputer langganan saya, trus istri saya bebaskan untuk memilih sendiri Laptop yang disukainya, tentu saja dengan pertimbangan dana yang terbatas. Hehe.. Pilihan istri saya jatuh pada Continue reading »
Sekedar catatan singkat bagaimana mengkonfigurasi repository aplikasi di Linux Fedora 9. Repository yang saya maksudkan adalah melalui media CD/DVD, internet, repository lokal dan jaringan. Membuat repository jaringan sangat penting dilakukan di lab komputer sekolah kita. Tujuannya adalah memudahkan pengelolaan paket baik pada server maupun client. Sebagai catatan, lokasi direktory file konfigurasi repository fedora adalah di /etc/yum.repos.d/.
1. Media CD/DVD Jika kita memiliki DVD repository Fedora 9 (ada 4 DVD repository), dan menginginkan pengelolaan paket melalui media DVD tersebut. Tambahkan file dvd-fedora.repo, yang berisi: Continue reading »
Memulai tahun ajaran baru di sekolah dan mewujudkan impian memiliki lab komputer berbasis Linux dan FOSS, maka perlu instal Linux dan FOSS serta mengkonfigurasi jaringan didalamnya baik pada server maupun client. Salah satu permasalahannya adalah bagaimana meng-cloning PC Linux? (Maksud saya dengan meng-cloning PC disini adalah meng-cloning harddisk.) Bayangkan seandainya kita diminta untuk menginstal 200 unit komputer berikut sejumlah aplikasi FOSS didalamnya (baik yang disertakan dalam repository distro yang digunakan maupun instal paket sendiri), waktu yang dibutuhkan akan sangat lama bukan? Belum lagi jika ditambahkan dengan konfigurasi pada masing-masing PC tersebut. Dengan asumsi bahwa hardware pada PC client yang digunakan memiliki spesifikasi yang sama, so sangat memungkinkan untuk meng-cloning semua PC tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Clonezilla.
Clonezilla, sesuai dengan namanya merupakan software open source untuk meng-cloning dan melakukan recovery harddisk (jika sudah dibuat backup-nya dulu lho..
). Software ini bersumber pada distro Debian Live, DRBL, Partition Image, ntfsclone, dan udpcast. Dua tipe Clonezilla yang disediakan adalah Clonezilla live dan Clonezilla server edition. Clonezilla live digunakan untuk clone pada single machine. Sedangkan Clonezilla server edition digunakan untuk meng-clone massal melalui jaringan, dapat digunakan untuk clone 40 komputer lebih secara bersamaan. Berdasar pengalaman saya bersama rekan-rekan ditempat kerja saya selama dua minggu ini menggunakan Clonezilla tersebut (versi Clonezilla Live CD) untuk mengclone PC berbasis Linux yang digunakan di Lab komputer, untuk clone Harddisk sebesar 40 GB yang berisi dual system operasi diperlukan waktu sekitar 10 menit. Dan mengenai ukuran/kapasitas harddisk yang berbeda-beda, tidak menjadi masalah, karena Clonezilla akan otomatis menyesuaikannya. Dan yang menarik lagi kita juga bisa menginstal boot loader (GRUB) jika PC tersebut menggunakan dual booting. Semuanya berjalan mulus, hanya ada sedikit perbedaan pada hasil deteksi interface NIC yang digunakan. Continue reading »






My Recent Comments