NetworkManager Di Fedora 9, Membuat Networking Di Linux Semakin Mudah
by FX. Eko Budi Kristanto on June 17, 2008
in Fedora, Linux, Networking
Networking di Linux saat ini bagi rekan-rekan pengguna laptop semakin mudah. Rekan-rekan tidak harus menggunakan command line atau file konfigurasi untuk mengelola koneksi networking (jaringan). NetworkManager memungkinkan hal tersebut dapat berjalan. Ketika rekan-rekan berada pada lokasi dengan koneksi jaringan yang berbeda, misalnya rekan-rekan yang memiliki koneksi Wireless pada area Hotspot, maka NetworkManager secara otomatis akan menghubungkan dengan jaringan Wifi tersebut. Untuk berganti antar jaringan wireless, klik saja dari daftar yang tersedia dalam applet. Dan ketika rekan-rekan kembali ingin menggunakan jaringan dengan koneksi melalui kabel (Wired Network Connection), hanya perlu memasangkan kembali kabel jaringan ke laptop. Dengan demikian, rekan-rekan pengguna laptop yang biasa berpindah antara koneksi Wireless WiFi dan Wired Ethernet connections akan merasakan sangat terbantu dengan adanya NetworkManager ini.
NetworkManager merupakan service/daemon (dengan tools tambahan) untuk memudahkan otomatisasi pengelolaan perangkat jaringan dan koneksi jaringan. NetworkManager semakin powerfull dan fungsional dengan mengintegrasikan dbus dan hal. Salah satu yang penting dari NetworkManager adalah dapat berjalan dalam berbagai desktop-environment (Gnome, KDE, Xfce) dan distro linux (Fedora, Ubuntu, SuSE, Debian, Gentoo, dsb). Source tarballs untuk release terakhir NetworkManager dapat diunduh dari GNOME FTP Server. (Read more…)
Proxy Server Linux dengan Squid
by FX. Eko Budi Kristanto on June 18, 2007
in Linux, Networking, Server
Bagi sebagian rekan-rekan yang mau membuat proxy server dengan Linux, atau bagi adik-adik Ilmu Komputer USD yang mau coba-coba belajar bikin proxy, saya ingin membagikan pengalaman kecil saya dalam membuat proxy menggunakan Linux. Meski banyak software untuk membuat proxy server, saya memilih squid karena paketnya sudah ter-include dalam distro yang saya gunakan (Fedora Core) dan hampir sebagian proxy server Linux menggunakan squid. Untuk spesifikasi hardware yang saya gunakan, dapat dilihat di artikel Proxy Server di tempat kerja saya. Proxy server tersebut menggunakan squid versi 2.6-12 pada distro Fedora Core 6 yang saya fungsikan sebagai:
-
Menyimpan halaman web di proxy untuk mempercepat akses Internet.
-
Akses kontrol Internet berdasarkan IP Address. Menggunakan 2 network yang berbeda (saya fungsikan juga sebagai router – dengan IP Forwarding), untuk ini, saya menggunakan 3 NIC pada 1 server.
-
Blacklist daftar situs terlarang secara manual.
-
Membatasi ukuran download File dengan ekstension tertentu dan hanya berlaku pada jam tertentu.
-
Pesan Error dalam format Bahasa Indonesia. (Read more…)
Web Server Linux
by FX. Eko Budi Kristanto on June 12, 2007
in Fedora, Linux, Networking, Server
Untuk konfigurasi web server dengan Apache pada Fedora Core 6, secara default sudah dapat jalan dengan hanya menjalankan service httpd saat boot atau dengan command sendiri. Tentunya harus disesuaikan dengan runlevel yang akan digunakan. Dalam bekerja sehari-hari, saya biasa menggunakan runlevel 5.
Kenapa saya harus membuat web server sendiri? Ada 3 alasan, yaitu:
-
Belajar, mencoba keperkasaan LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP)
-
Saya mau buat beberapa situs CMS dengan domain yang sengaja saya buat mirip dengan domain aslinya (ini sudah saya mulai saat saya memperkenalkan jaringan windows domain di lab komputer tempat saya bekerja). Impian saya kala itu adalah karena internet belum masuk lab, saya ingin seolah-olah siswa merasakan terhubung dengan jaringan internet, bisa punya web server sendiri (IIS), siswa bikin web sendiri dan aksesnya menggunakan domain lokal (meski akhirnya tidak dipakai oleh guru-guru. Sedih deh, padahal sudah saya buat panduannya. Hehe…). Pada kesempatan lain akan saya ceritakan pengalaman saya dalam membuat jaringan windows domain dan worgkroup.
-
Tuntutan saat membuat proxy server untuk sekolah-sekolah YBHK, situs yang masuk dalam daftar blacklist squidguard otomatis akan saya redirect ke alamat web server local, yang menampilkan pesan singkat kami dari tim pengembang jaringan. Sebenarnya tanpa web server ini sih bisa jalan, tapi rasanya kurang pas jika siswa dan guru melihat kok alamatnya pakai IP address (so, saya gabungkan DNS server + Web server yang semuanya virtual ke proxy server yang saya buat). Sekalian iseng-iseng belajar bikin webhosting sendiri. Haha…
Proses konfigurasi yang saya lakukan:
-
DNS server dipastikan berjalan dengan baik, termasuk untuk beberapa vitual domain untuk virtual Host yang akan saya buat.
-
Edit file konfigurasi Apache.
-
Membuat file tambahan untuk memudahkan manajemen virtual Host .
-
Jalankan service httpd.
-
Test konfigurasi web server menggunakan browser. (Read more…)
DNS Server Linux
by FX. Eko Budi Kristanto on May 26, 2007
in Fedora, Linux, Networking, Server
Mau membuat DNS Server di Linux? Dengan berbagai Domain yang berbeda? Mudah saja, ikuti petunjuk saya (ini sudah terbukti berjalan dengan mulus dan ngga pernah trouble lho…)
Prosesnya begini:
-
Interface Network card yang digunakan dipastikan sudah terkonfigurasi dengan baik (lihat file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0)
-
Edit file konfigurasi named (named.conf, sesuaikan dengan konfigurasi Anda! (termasuk lokasinya)
-
Buat file zone untuk domain yang disebutkan (reverse dan resolv-nya)
-
Edit konfigurasi /etc/resolv.conf
-
Jalankan service named
-
Jika hasilnya adalah [OK] maka DNS Server sudah berhasil, jika hasilnya [FAILED] maka harus check error, ketikkan saja command
# tail -f /var/log/messages
-
Dan jika masih error terus, bersabar dan berdoalah… (Read more…)
Konfigurasi Network Interface Card Linux
by FX. Eko Budi Kristanto on May 26, 2007
in Linux, Networking
Saya terbiasa menggunakan konfigurasi jaringan dengan mode GUI karena lebih mudah. Langkah-langkahnya adalah:
dari menu System pilih Administration-> Network
Selain melaui GUI, saat saya berada pada runlevel 3 (berhadapan dengan Server Proxy kantor saya), saya edit langsung file konfigurasiya: /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 sampai ifcfg-eth2 (3 interface card yang digunakan)
Setelah itu baru merubah konfigurasi DNS Server yang digunakan pada file /etc/resolv.conf
Oh ya, adakalanya saya menggunakan Webmin (jika kebetulan sedang login remote pakai Webmin)






