Jika di tempat rekan-rekan pembaca ada yang berencana untuk menggunakan dual sistem perangkat lunak yang digunakan di laboratorium komputer sekolah dengan menyandingkan perangkat lunak berbasis Windows dan perangkat lunak Open Source, saya memiliki beberapa usulan yang barangkali dapat menambah daftar alasan yang digunakan untuk menjelaskan fungsi perangkat lunak kedua (Linux dan aplikasi open source di dalamnya)
- Memperkenalkan siswa akan software sistem operasi dan aplikasi open source yang gratis dan saat ini sangat populer di kalangan komunitas IT dan universitas kepada siswa, berkaitan juga dengan materi tentang lisensi software dan HAKI. Minimal siswa pernah melihat dan menggunakannya.
- Digunakan dalam materi Sistem Operasi, jenis lisensi software, Internet dan materi lainnya: 1. Belajar mengenal desktop dan lingkungan Linux Ubuntu. 2. Mengenal aplikasi open source untuk: office, jaringan, pemrograman, desain grafis, desktop publishing, multimedia, internet, komunikasi, pengaturan sistem. Continue reading »
Dalam salah satu kategori dari sekian banyak penilaian tentang akreditasi sekolah yang saya baca dari situs Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM) disebutkan bahwa sekolah melaksanakan praktikum komputer. Selain pembelajaran berupa praktikum komputer, juga disebutkan dukungan terhadap administrasi sekolah menggunakan TIK. Berkaitan dengan praktikum komputer ini ada satu hal yang sempat terbersit dalam pikiran saya, bahwa dalam kurikulum mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) disebutkan tentang HAKI dan software legal dalam pembelajaran di sekolah (kebetulan saya sedang mengajarkannya untuk siswa SMA kelas X
).
Sejalan dengan praktikum komputer dan administrasi sekolah, saya merasa bahwa item penggunaan software legal perlu mendapat perhatian khusus. Tujuan yang ingin dicapai misalnya:
- Melaksanakan amanat yang disebutkan dalam kurikulum pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tentang HAKI.
- Mengurangi tingkat pembajakan software di sekolah (masih adakah sekolah yang menggunakan software bajakan?
) - Mempercepat penggunaan Free/Open Source Software di sekolah-sekolah Indonesia. Untuk membeli lisensi software proprietary rasanya anggaran dana yang ada pada sekolah tidak mencukupi dan akan memberatkan pihak sekolah. Continue reading »
GENGSIKAN Sekolahmu dengan prestasimu! Jangan ada pembatas yang menghentikanmu! Terbukalah (OPEN) ke teknologi! Dan dapatkan kesempatan hadiah fantastis!
A. Bagaimana saya bisa ikut berpartisipasi
- Buat Persentasi (sesuai dengan kategori dan topik di bagian *C*) dalam bahasa Inggris dan/atau Bahasa Indonesia, dengan ketentuan:
- Persentasi tidak lebih dari 21 halaman (termasuk halaman pembuka dan penutup).
- Ukuran file persentasi tidak lebih dari 1MB dalam format Open Document Persentation (ODP) yang anda bisa buat dengan software Impress bawaan dari OpenOffice atau StarOffice.
- Tiap slide tidak lebih dari 2 klik untuk navigasi.
- Email persentasi anda ke indonesia[AT]odfolympiad.org yang dilengkapi data sebagai berikut: Nama, Kelas, Nama Sekolah, Alamat Sekolah, Alamat Email, Nomor Telpon, dan Umur. Email harus diterima panitia sebelum 17 September 2009.
- Subyek Email harus dalam format sebagai contoh *”Kategori II, SMA Negeri 3 Banda Aceh”*
- Tiap kategori akan diseleksi menjadi 3 finalis, tiap finalis akan diberikan kesempatan 7 menit persentasi untuk mempresentasikan hasil karyanya. Biaya transport dan akomodasi ditanggung panitia.
- Hadiah akan diserahkan di acara Global Conference of Open Source (GCOS) 2009 di Jakarta, yang waktu dan tempatnya akan diberitahukan kemudian. Continue reading »
Salah satu alasan saya memilih Ubuntu sebagai distro favorit untuk desktop adalah adanya release versi LTS (Long Term Support). Update sistem didukung selama 3 tahun untuk versi dekstop dan 5 tahun untuk server. Setelah merasa sangat nyaman dengan sistem yang sudah ada (saat ini dengan Ubuntu 8.04.1 LTS-Hardy Heron), selain powerfull dan stabil saya juga merasa sayang untuk mengganti sistem hanya untuk sekedar coba-coba. Maksud saya bahwa untuk menggunakan aplikasi FOSS terbaru pada distro favorit, saya tidak harus upgrade distro secara keseluruhan.
Dengan dilaunching-nya release baru OpenOffice.org versi 3 serta GIMP (GNU Image Manipulation Program) versi 2.6, pengin sekali upgrade kedua aplikasi tersebut dalam desktop Hardy yang saya gunakan. Meski demikian, dalam repository update Hardy Heron, versi OpenOffice.org 3 dan GIMP 2.6 tidak disertakan. Oleh karenanya, kita perlu instal sendiri dua aplikasi favorit tersebut. Mengenai fitur baru di OpenOffice.org dapat dibaca di OpenOffice.org dan situs UGOS, Fitur Baru OpenOffice.org 3.0 Versi Stable. Sedangkan informasi fitur baru GIMP 2.6 dapat dibaca di catatan release GIMP 2.6. Continue reading »
Belum lama ini (Oktober 2008), telah diterbitkan buku pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis FOSS untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dalam format elektronik (PDF) yang diterbitkan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia. (Links download file buku TIK berbasis FOSS untuk SMA/MA dalam format elektronik (PDF) dari sini:
- Buku TIK SMA Kelas X Semester 2 (pdf)
- Buku TIK SMA Kelas XI Semester 1 (pdf)
- Buku TIK SMA Kelas XI Semester 2 (pdf)
- Buku TIK SMA Kelas XII Semester 1 (pdf)
- Buku TIK SMA Kelas XII Semester 2 (pdf)
Dengan salah satu latar belakang utamanya yaitu: Berkaitan dengan IGOS; Pengenalan, penggunaan dan pemanfaatan open source dapat berlangsung sejak dini, dan sekaligus dapat menumbuhkembangkan kreativitas dalam menciptakan piranti lunak berbasis Open Source (saya kutip dari pengantar Buku tersebut). Penghargaan dan ucapan terima kasih untuk rekan-rekan penyusun buku TIK berbasis FOSS untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Kementerian Negara Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Komunikasi dan Informatika. Continue reading »
Memulai tahun ajaran baru di sekolah dan mewujudkan impian memiliki lab komputer berbasis Linux dan FOSS, maka perlu instal Linux dan FOSS serta mengkonfigurasi jaringan didalamnya baik pada server maupun client. Salah satu permasalahannya adalah bagaimana meng-cloning PC Linux? (Maksud saya dengan meng-cloning PC disini adalah meng-cloning harddisk.) Bayangkan seandainya kita diminta untuk menginstal 200 unit komputer berikut sejumlah aplikasi FOSS didalamnya (baik yang disertakan dalam repository distro yang digunakan maupun instal paket sendiri), waktu yang dibutuhkan akan sangat lama bukan? Belum lagi jika ditambahkan dengan konfigurasi pada masing-masing PC tersebut. Dengan asumsi bahwa hardware pada PC client yang digunakan memiliki spesifikasi yang sama, so sangat memungkinkan untuk meng-cloning semua PC tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Clonezilla.
Clonezilla, sesuai dengan namanya merupakan software open source untuk meng-cloning dan melakukan recovery harddisk (jika sudah dibuat backup-nya dulu lho..
). Software ini bersumber pada distro Debian Live, DRBL, Partition Image, ntfsclone, dan udpcast. Dua tipe Clonezilla yang disediakan adalah Clonezilla live dan Clonezilla server edition. Clonezilla live digunakan untuk clone pada single machine. Sedangkan Clonezilla server edition digunakan untuk meng-clone massal melalui jaringan, dapat digunakan untuk clone 40 komputer lebih secara bersamaan. Berdasar pengalaman saya bersama rekan-rekan ditempat kerja saya selama dua minggu ini menggunakan Clonezilla tersebut (versi Clonezilla Live CD) untuk mengclone PC berbasis Linux yang digunakan di Lab komputer, untuk clone Harddisk sebesar 40 GB yang berisi dual system operasi diperlukan waktu sekitar 10 menit. Dan mengenai ukuran/kapasitas harddisk yang berbeda-beda, tidak menjadi masalah, karena Clonezilla akan otomatis menyesuaikannya. Dan yang menarik lagi kita juga bisa menginstal boot loader (GRUB) jika PC tersebut menggunakan dual booting. Semuanya berjalan mulus, hanya ada sedikit perbedaan pada hasil deteksi interface NIC yang digunakan. Continue reading »
Tanggal 3-5 Juni kemarin saya kembali memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan pelatihan dan uji kompetensi OSS yang diadakan oleh Kementerian Ristek, berkaitan dengan program IGOS (Indonesia Go Open Source). Ruang lingkup kegiatan ini meliputi : pelatihan dalam rangka pelaksanaan sertifikasi OSS dan sertifikasi Junior office dan help desk berbasis OSS. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Linux Certification & IT Training Center (LSP Nurul Fikri -Jl. Margonda Raya No.522, Depok). Berikut kutipan dari Ristek tentang tujuan kegiatan ini:
Tujuan sertifikasi adalah untuk memberikan suatu bukti/pernyataan bahwa seseorang telah mengikuti uji kompeten di bidang OSS sebagai salah satu profesi di bidang teknologi telematika yang telah diakui ketrampilan dan pengetahuannya dan memiliki harmonisasi sesuai standard internasional. Dengan adanya sertifikasi Junior Help Desk OSS dan Basic Office OSS akan memotivasi individu untuk lebih profesional dalam menekuni bidang teknologi telematika.
Kegiatan ini merupakan kali pertama saya mengikuti uji kompetensi OSS yang diadakan oleh Ristek bekerjasama dengan LSP Telematika untuk sertifikasi dengan standar dari BNSP. Sekaligus pelatihan kedua, setelah tahun kemarin dengan pelatihan TOT Dasar-dasar Linux Based IGN 2006. Continue reading »






My Recent Comments