9 Harapan Sekolah Untuk Program IGOS Summit 2
Tidak ada kata terlambat dan menyerah untuk maju. Kalimat ini tepat jika saya ucapkan untuk kebijakan Program IGOS yang akan dideklarasikan untuk kedua kalinya, yaitu IGOS Summit 2. Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang selalu mengganggu tidur saya sejak pertama saya membaca akan berlangsungnya event tersebut:
- Apa yang menjadi latar belakangnya, apakah IGOS pertama gagal?
- Apa tujuan dan komitmen yang akan dibangun melalui IGOS Summit 2?
- Siapa saja yang akan menandatangi deklarasi IGOS kedua kalinya ini?
- Apa saja strategi pelaksanaan komitmen tersebut?
- Apakah besok akan ada lagi program IGOS Summit 3? IGOS Summit 4? IGOS Summit 5?
Tentu saja jawaban ini akan saya peroleh beberapa saat lagi setelah mengikuti event tersebut
(semoga saja masih ada tempat yang tersedia, sehingga saya bisa mengajak rekan-rekan kerja saya yang lain).
Berbicara mengenai pertanyaan strategi pelaksanaan komitmen IGOS Summit 2 dalam dunia pendidikan, saya ingin menuliskan harapan sekolah yang ingin mewujudkan komitmen tersebut dengan menggunakan Free/Open Source Software (FOSS) dalam proses pendidikan dan administrasi sekolah. Sekedar usulan dan saran yang menjadi uneg-uneg atas permasalahan yang biasa terjadi di sekolah (dan bukan mewakili sekolah). Harapan ini adalah berdasar pengalaman dan situasi yang saya lihat selama bekerja sebagai staf IT 4 tahun di sekolah, salah satunya bahwa ternyata tidak mudah memperkenalkan Free/Open Source Software (FOSS) di sekolah. Saya merasa sekarang adalah waktu yang cukup tepat untuk menuliskannya, bertepatan dengan event IGOS Summit 2. Tujuannya tentu saja untuk berbagi pengalaman, yang barangkali dapat menjadi inspirasi dengan harapan semoga kebijakan program IGOS Summit 2 tidak hanya sebatas ide bagi penggunaan FOSS di sekolah. Read more »
Popularity: 16%
Hari Sabtu kemarin (4/8/2007) di tempat kerja saya diadakan pelatihan Internet yang diikuti oleh semua karyawan. Tema tersembunyi yang diambil adalah Internet sebagai alat bantu manajemen, administrasi dan pelayanan pendidikan berbasis Teknologi Informasi. Peserta terdiri dari berbagai bidang kerja diantaranya: kepala biro, kepala bagian, staf administrasi, driver, office boy. Instruktur pelatihan 3 orang, saya salah satunya. Sayangnya, kamera digital yang rencananya mau digunakan untuk mengabadikan moment ini ternyata baterainya habis. Jadi ngga ada gambarnya deh. Hehe… (mungkin untuk lain kali harus siap-siap segala sesuatunya ya…) Tiap peserta memperoleh panduan yang sengaja dibuat untuk mempermudah penyampaian materi. Materi yang disampaikan meliputi Teknologi Internet pada umumnya yang diarahkan kepada bidang kerja peserta, dan beberapa sistem informasi yang sudah dipersiapkan. Dalam pelaksanaannya, saya dan rekan-rekan menggunakan software open source, diataranya sebagai web browser kami menggunakan Mozilla Firefox, sebagai FTP client menggunakan Filezilla, sebagai mail client menggunakan Mozilla Thunderbird. Oh ya, target dari pelatihan sendiri adalah:
Tanggal 19 Juni 2007 kemarin, saya dan 2 rekan di kantor (Pak Agus dan Mas Bambang) mengikuti Training for Trainer (TOT) Dasar-dasar Linux Based IGN 2006 yang diselenggarakan oleh
Bagi sebagian rekan-rekan yang mau membuat proxy server dengan Linux, atau bagi adik-adik Ilmu Komputer USD yang mau coba-coba belajar bikin proxy, saya ingin membagikan pengalaman kecil saya dalam membuat proxy menggunakan Linux. Meski banyak software untuk membuat proxy server, saya memilih
Sengaja saya mencari-cari alasan kenapa saya memilih dan akhirnya menyukai Linux. Sengaja 21 alasan, karena angka 21 biasanya menjadi angka keberuntungan saya. (Hehe…) Tulisan ini merupakan jawaban jika suatu saat saya ditanya WHY? Jawabnya adalah BECAUSE:




