Jika di tempat rekan-rekan pembaca ada yang berencana untuk menggunakan dual sistem perangkat lunak yang digunakan di laboratorium komputer sekolah dengan menyandingkan perangkat lunak berbasis Windows dan perangkat lunak Open Source, saya memiliki beberapa usulan yang barangkali dapat menambah daftar alasan yang digunakan untuk menjelaskan fungsi perangkat lunak kedua (Linux dan aplikasi open source di dalamnya)
- Memperkenalkan siswa akan software sistem operasi dan aplikasi open source yang gratis dan saat ini sangat populer di kalangan komunitas IT dan universitas kepada siswa, berkaitan juga dengan materi tentang lisensi software dan HAKI. Minimal siswa pernah melihat dan menggunakannya.
- Digunakan dalam materi Sistem Operasi, jenis lisensi software, Internet dan materi lainnya: 1. Belajar mengenal desktop dan lingkungan Linux Ubuntu. 2. Mengenal aplikasi open source untuk: office, jaringan, pemrograman, desain grafis, desktop publishing, multimedia, internet, komunikasi, pengaturan sistem. Continue reading »

Untuk menentukan pilihan Software CMS Open Source yang akan digunakan sebagai engine website untuk portal/komunitas yang kita bangun saya biasanya melakukannya dengan menjawab kerangka pertanyaan sebagai berikut: Dunia CMS dan bagaimana berdirinya, siapa pengembangnya, komunitasnya, masa depannya? Apa yang ditawarkan dan apa yang spesial? Siapa saja yang sudah menggunakannya? Bagaimana hasil ujicoba secara lokal? Tahun 2009 ini (dan semoga tahun-tahun sesudahnya) pilihan saya jatuh kepada Drupal. Karena saya bekerja dalam dunia pendidikan (maksud saya: Sekolah), Drupal difokuskan untuk tujuan pendidikan dan e-learning. Tulisan ini merupakan opini singkat pemula Drupal untuk menjawab beberapa pertanyaan rekan-rekan pengunjung blog kenapa saya memilih dan menyukai Drupal.
Seberapa powerfull-nya Drupal, semuanya tergantung kepada penggunanya. Sebagai sebuah alat, canggih dan tidaknya tergantung bagaimana memanfaatkan dan memaksimalkan semua fitur yang ada, serta kreatifitas penggunanya, sesuai tujuan dan maksud pembuat dan pengembangnya. Saya hanya dapat berharap semoga pilihan, niat baik dan belajar keras memberikan hasil yang bermanfaat. Continue reading »
Tidak ada kata terlambat dan menyerah untuk maju. Kalimat ini tepat jika saya ucapkan untuk kebijakan Program IGOS yang akan dideklarasikan untuk kedua kalinya, yaitu IGOS Summit 2. Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang selalu mengganggu tidur saya sejak pertama saya membaca akan berlangsungnya event tersebut:
- Apa yang menjadi latar belakangnya, apakah IGOS pertama gagal?
- Apa tujuan dan komitmen yang akan dibangun melalui IGOS Summit 2?
- Siapa saja yang akan menandatangi deklarasi IGOS kedua kalinya ini?
- Apa saja strategi pelaksanaan komitmen tersebut?
- Apakah besok akan ada lagi program IGOS Summit 3? IGOS Summit 4? IGOS Summit 5?
Tentu saja jawaban ini akan saya peroleh beberapa saat lagi setelah mengikuti event tersebut
(semoga saja masih ada tempat yang tersedia, sehingga saya bisa mengajak rekan-rekan kerja saya yang lain).
Berbicara mengenai pertanyaan strategi pelaksanaan komitmen IGOS Summit 2 dalam dunia pendidikan, saya ingin menuliskan harapan sekolah yang ingin mewujudkan komitmen tersebut dengan menggunakan Free/Open Source Software (FOSS) dalam proses pendidikan dan administrasi sekolah. Sekedar usulan dan saran yang menjadi uneg-uneg atas permasalahan yang biasa terjadi di sekolah (dan bukan mewakili sekolah). Harapan ini adalah berdasar pengalaman dan situasi yang saya lihat selama bekerja sebagai staf IT 4 tahun di sekolah, salah satunya bahwa ternyata tidak mudah memperkenalkan Free/Open Source Software (FOSS) di sekolah. Saya merasa sekarang adalah waktu yang cukup tepat untuk menuliskannya, bertepatan dengan event IGOS Summit 2. Tujuannya tentu saja untuk berbagi pengalaman, yang barangkali dapat menjadi inspirasi dengan harapan semoga kebijakan program IGOS Summit 2 tidak hanya sebatas ide bagi penggunaan FOSS di sekolah. Continue reading »
Tulisan ini berawal dari kegelisahan saya atas sebuah email dari salah satu pengunjung situs saya (anggap saja namanya Budi), yang menanyakan tentang bagaimana cara memperkenalkan linux dan open source software di sekolahnya... Budi memiliki impian dan rencana untuk memperkenalkan Linux dan software open source di sekolahnya dengan cara yang paling tepat. Apa yang menjadi alasan utama? Selain setelah membaca alasan yang pernah saya tuliskan dalam 21 alasan memilih linux, ada beberapa alasan setelah mendapati situasi sebagai berikut: Continue reading »
Dalam tulisan saya tentang website sekolah dan kesibukan saya saat ini, salah satu komponen yang sebaiknya diadakan untuk sebuah website sekolah adalah komponen alumni sekolah. Komponen ini selanjutnya saya perluas menjadi sebuah website alumni sekolah, karena ternyata setelah eksplorasi dari berbagai sumber, peranan website alumni sekolah cukup penting. Sehingga keberadaan website alumni sekolah patut dipertimbangkan bagi pihak sekolah. Ada banyak pertanyaan yang muncul dari sebuah perencanaan membangun website alumni sekolah:
- Apa sebenarnya maksud perlunya (tujuan) website alumni sekolah?
- Bagaimana cara membangun website alumni sekolah?
- Komponen apa saja yang diperlukan dalam website alumni sekolah?
- Bagaimana membentuk tim website alumni sekolah?
- Bagaimana caranya menjaga eksistensi website alumni sekolah?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin memperkenalkan kategori baru dalam situs saya, yaitu TIK di Sekolah. Istilah TIK sendiri merupakan singkatan terjemahan dari Teknologi Informasi Komunikasi (Information Comummnication Technology - ICT). Karena selama ini saya bekerja di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) rasanya perlu juga menambahkan kategori tersebut. Barangkali menjadi sharing perjalanan saya sebagai TI di sekolah. Karena saya melihat peranan TI di sekolah saat ini sudah mendapat banyak perhatian pemerintah (buktinya ada lomba website sekolah dan ada mata pelajaran TIK di sekolah dari DepDiknas). Kenapa tidak kategori TIK di Pendidikan? Bagi saya TIK dunia pendidikan terlalu luas cakupannya, karena meliputi pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Dan menurut saya, TIK di sekolah pun memiliki cakupan yang sangat luas. Impian saya dalam istilah kerennya adalah menjadi salah satu pemerhati TIK di sekolah Indonesia (boleh khan? hehe...) Continue reading »
Genap 6 bulan sudah saya membuat dan mengelola situs blog saya ini (http://fxekobudi.net), saya merasakan banyak hal baru yang membuat saya lebih bersemangat di sela-sela kesibukan saya, bahwa saya menemukan dan memperoleh teman-teman baru yang turut serta dalam perjalanan situs blog saya hingga saat ini. Dan lebih menggairahkan lagi, karena beberapa rekan kerja di tempat saya pun melakukan hal yang sama dengan saya, yang links dan aktivitas mereka saya sertakan dalam situs ini. Bulan lalu saya memperpanjang account shared hosting Linux untuk domain saya, dan saya bertekad untuk akan terus memperbaharui situs blog saya, sebagai wujud eksistensi (bahasa kerennya) dan impian saya untuk menjadi bagian dari komunitas blogger Indonesia, menjadi bagian dari komunitas rekan-rekan pemerhati Teknologi Informasi (TI), yang barangkali saja situs blog saya ini bisa memberikan sedikit kontribusi sesuai visi saya yang saya tuliskan sejak awal saya memulai situs blog ini. Kebahagiaan dan keberhasilan saya dengan situs blog saya ini adalah:
Memperoleh banyak teman baru yang memiliki banyak kesamaan dan ketertarikan tentang TI dan segala permasalahannya.
Memperoleh teman baru dari tanah kelahiran saya, Sarolangun (yang sebagian tinggal di luar Sarolangun).
Saya bisa menemukan situs saya dari berbagai pencarian Google, tidak lagi sekedar menggunakan keyword nama saya saja. Continue reading »






My Recent Comments