fxekobudi.net

My Activities | Linux | Networking | Open Source | CMS | Internet | Opini
only search fxekobudi.net
May 2nd, 2008

Mencoba Ubuntu 8.04 LTS (Hardy Heron) Versi Desktop

Ubuntu 8.04 LTS versi DesktopEmpat hari yang lalu saya sengaja mengunduh (download) iso untuk rilis terbaru Ubuntu dari mirror Indonesia, Ubuntu 8.04 LTS versi Desktop dan versi Server. Tujuan semula adalah mempersiapkan workshop instalasi Linux bagi rekan-rekan guru TIK di tempat kerja saya, dan pilihan distro yang digunakan jatuh kepada Ubuntu. Jadinya saya mencoba dulu versi Desktopnya pada notebook saya dengan mengganti Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon) yang belum banyak saya gunakan. Tetap menggunakan dual booting, antara Fedora 8 dan Ubuntu 8.04 (sekarang masih menunggu rilis terbaru Fedora 9 - Sulphur).

Rilis Ubuntu yang kedelapan ini mempunyai nama kode (codename) Hardy Heron atau 8.04. Ubuntu 8.04 dirilis tanggal 24 April 2008, dengan dukungan jangka panjang atau Long-Term Support (LTS). Untuk Ubuntu 8.04 versi desktop akan didukung selama 3 tahun sampai dengan April 2011, sedangkan versi server selama 5 tahun sampai dengan April 2013. Ini adalah kali kedua bagi tim Ubuntu merilis versi dengan dukungan jangka panjang (LTS), setelah rilis Ubuntu 6.06 LTS pada bulan Juni 2006. Read more »

Popularity: 25%

January 23rd, 2008

Instalasi Joomla 1.5 versi Stabil di Web Server Lokal pada Linux Fedora 8

Instalasi Joomla 1.5 Fedora 8Joomla 1.5 versi stabil sudah diluncurkan! Setelah menunggu kurang lebih 2,5 tahun, akhirnya Joomla 1.5 diluncurkan kemarin (22 Januari 2008) dengan nama kode Khepri. Fitur apa saja yang disertakan, silahkan dibaca di sini. Seperti rekan-rekan pengguna Joomla yang lainnya, saya menyambut peluncuran ini dengan bahagia tentunya. Tidak berlebihan seandainya dalam kesempatan ini saya pribadi ingin menyampaikan Proficiat untuk para Pengembang dan Komunitas Joomla CMS, yang sudah memberikan yang terbaik (Joomla 1.5 dengan lisensi GNU/GPL Licence). Sebelum menginstal, download source Joomla dari situs resminya di joomla.org. Format file yang saya gunakan adalah tar.gz (Joomla-1.5.0.tar.gz) dengan ukuran file 3,6 MB. Read more »

Popularity: 40%

January 17th, 2008

Instalasi Joomla 1.0.x di Web Server Lokal Berbasis Linux Fedora 8

Instalasi Joomla 1.0Pada artikel saya terdahulu, saya telah menuliskan tentang Ektension Joomla CMS Terbaik Pilihan Saya dan Panduan Singkat Membuat Web Server di Fedora 8. Sekarang saya akan melanjutkan tulisan tersebut untuk memanfaatkan Web Server Fedora dan Joomla CMS dalam membuat situs portal. Selain untuk belajar bagi rekan-rekan pemula pengguna Joomla seperti saya, instalasi ini juga dapat digunakan untuk mempersiapkan situs portal kita sebelum di-upload di webhosting kita (internet). Sebagai catatan, konfigurasi sistem pada Notebook yang saya gunakan adalah:

  • Sistem Operasi: Linux Fedora 8
  • Web Server : Apache (httpd 2.2.6-3)
  • DNS untuk domain lokal: www.sarolangun.local
  • Lokasi root direktori webserver : /var/www/html/sarolangun
  • User dan Group yang menjalankan webserver: user Apache dan group Apache Read more »

    Popularity: 37%

December 10th, 2007

Membuat DNS Server, Web Server dan Database Server Menggunakan Linux Fedora 8

Server Linux Fedora 8DNS Server dan LAMP menggunakan Linux Fedora sebenarnya pernah saya tuliskan pada artikel saya yang terdahulu, tentang DNS Server Linux, Web Server Linux. Dengan tujuan membantu rekan-rekan yang baru saja beralih ke Linux dan kebetulan menggunakan Linux Fedora 8, ada baiknya saya menuliskan artikel ini. Panduan ini untuk kasus sebagai berikut:

  1. Membuat DNS server untuk domain linuxer.local
  2. Membuat DNS server virtual untuk domain fxekobudi.local, sarolangun.local
  3. Membuat Web server untuk domain linuxer.local, fxekobudi.local, dan sarolangun.local
  4. Membuat Database server menggunakan MySQL yang akan digunakan oleh aplikasi open source (Wordpress, Joomla, dan Drupal) pembangun situs lokal pada domain yang telah saya sebutkan di atas.

Sebelum mulai melangkah ke konfigurasi DNS dan LAMP (Linux-Apache-PHP-MySQL), berikut ini adalah konfigurasi pada Laptop yang saya gunakan:

IP Loopback: 127.0.0.1
IP Address NIC: 192.168.0.44
Netmask: 255.255.255.192 (/26)

Paket BIND: bind-9.5.0-18.a7, bind-libs-9.5.0-18.a7, bind-utils-9.5.0-18.a7, bind-chroot-9.5.0-18.a7
Paket APACHE: httpd-2.2.6-3, httpd-tools-2.2.6-3, system-config-httpd-1.4.4-1, httpd-manual-2.2.6-3
Paket MySQL: mysql-libs-5.0.45-4.fc8, mysql-5.0.45-4.fc8, mysql-server-5.0.45-4.fc8
Paket PHP: php-common-5.2.4-3, php-5.2.4-3, php-gd-5.2.4-3, php-cli-5.2.4-3, php-mysql-5.2.4-3 Read more »

Popularity: 74%

October 22nd, 2007

Mengamati Statistik Akses URL Situs pada Proxy Server dengan Squid Analysis Report Generator (SARG)

Squid Analysis Report GeneratorMelanjutkan tulisan saya tentang Proxy Server Linux dan Redirect Proxy Server Linux dengan Squidguard, untuk menambahkan fitur agar lebih mudah mengamati statistik URL situs dari client yang mengakses Internet menggunakan proxy server Linux (Squid), maka kita dapat menggunakan sebuah software Open Source Squid Analysis Report Generator (SARG). Selain SARG, anda juga dapat menggunakan Webalizer. Dalam kesempatan lain akan saya tuliskan artikelnya. Definisi SARG dari sumber resminya menyebutkan “Sarg is a Squid Analysis Report Generator that allow you to view “where” your users are going to on the Internet. Sarg generate reports in html, with many fields, like: users, IP Addresses, bytes, sites and times.”
Tujuan sebenarnya saya menggunakan SARG ini adalah untuk melihat statistik daftar situs yang paling banyak dikunjungi oleh user di tempat kerja saya, yang selanjutnya menjadi sebuah laporan bagi saya dan rekan-rekan IT yang lainnya dalam mengetahui kecenderungan user dalam mengunjungi internet. Bagusnya lagi, statistik tersebut bisa dimunculkan dalam bahasa Indonesia, karena SARG sudah mendukung bahasa Indonesia. Read more »

Popularity: 30%

August 6th, 2007

Redirect Squid Proxy Server Linux dengan SquidGuard

Proxy Server Linux Fedora 6Saya baru teringat tulisan pertama saya tentang proxy server Linux menggunakan Squid. Kali ini saya ingin melanjutkannya dengan menuliskan pengalaman saya membuat proxy server yang berfungsi untuk: membatasi akses internet ke alamat tertentu menggunakan program redirect squidguard dan database-nya yang menampung jutaan situs dalam berbagai kategori. Sampai tulisan ini saya buat, datatabase-nya memiliki puluhan kategori. yang sangat bagus jika diterapkan di tempat saya, yang merupakan lembaga pendidikan. Panduan instalasi dan konfigurasinya secara lengkap dapat ditemukan di situs resmi squidGuard. Kenapa saya membuat hal ini? Permasalahan bahwa situs yang terdaftar dalam blacklist manual sangatlah terbatas, dan saya melihat ada program open source yang sangat bagus dan biasanya disandingkan dengan squid, so saya mencobanya… Dan ternyata setelah berhasil, rasanya terasa nyaman dan menyenangkan. squidGuard sudah membantu pekerjaan saya. hehe…
Langkah-langkah yang saya lakukan adalah: Read more »

Popularity: 40%

June 18th, 2007

Proxy Server Linux dengan Squid

Proxy Server LinuxBagi sebagian rekan-rekan yang mau membuat proxy server dengan Linux, atau bagi adik-adik Ilmu Komputer USD yang mau coba-coba belajar bikin proxy, saya ingin membagikan pengalaman kecil saya dalam membuat proxy menggunakan Linux. Meski banyak software untuk membuat proxy server, saya memilih squid karena paketnya sudah ter-include dalam distro yang saya gunakan (Fedora Core) dan hampir sebagian proxy server Linux menggunakan squid. Untuk spesifikasi hardware yang saya gunakan, dapat dilihat di artikel Proxy Server di tempat kerja saya. Proxy server tersebut menggunakan squid versi 2.6-12 pada distro Fedora Core 6 yang saya fungsikan sebagai:

  1. Menyimpan halaman web di proxy untuk mempercepat akses Internet.

  2. Akses kontrol Internet berdasarkan IP Address. Menggunakan 2 network yang berbeda (saya fungsikan juga sebagai router – dengan IP Forwarding), untuk ini, saya menggunakan 3 NIC pada 1 server.

  3. Blacklist daftar situs terlarang secara manual.

  4. Membatasi ukuran download File dengan ekstension tertentu dan hanya berlaku pada jam tertentu.

  5. Pesan Error dalam format Bahasa Indonesia. Read more »

    Popularity: 93%

June 12th, 2007

Web Server Linux

Untuk konfigurasi web server dengan Apache pada Fedora Core 6, secara default sudah dapat jalan dengan hanya menjalankan service httpd saat boot atau dengan command sendiri. Tentunya harus disesuaikan dengan runlevel yang akan digunakan. Dalam bekerja sehari-hari, saya biasa menggunakan runlevel 5.

Kenapa saya harus membuat web server sendiri? Ada 3 alasan, yaitu:

  1. Belajar, mencoba keperkasaan LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP)

  2. Saya mau buat beberapa situs CMS dengan domain yang sengaja saya buat mirip dengan domain aslinya (ini sudah saya mulai saat saya memperkenalkan jaringan windows domain di lab komputer tempat saya bekerja). Impian saya kala itu adalah karena internet belum masuk lab, saya ingin seolah-olah siswa merasakan terhubung dengan jaringan internet, bisa punya web server sendiri (IIS), siswa bikin web sendiri dan aksesnya menggunakan domain lokal (meski akhirnya tidak dipakai oleh guru-guru. Sedih deh, padahal sudah saya buat panduannya. Hehe…). Pada kesempatan lain akan saya ceritakan pengalaman saya dalam membuat jaringan windows domain dan worgkroup.

  3. Tuntutan saat membuat proxy server untuk sekolah-sekolah YBHK, situs yang masuk dalam daftar blacklist squidguard otomatis akan saya redirect ke alamat web server local, yang menampilkan pesan singkat kami dari tim pengembang jaringan. Sebenarnya tanpa web server ini sih bisa jalan, tapi rasanya kurang pas jika siswa dan guru melihat kok alamatnya pakai IP address (so, saya gabungkan DNS server + Web server yang semuanya virtual ke proxy server yang saya buat). Sekalian iseng-iseng belajar bikin webhosting sendiri. Haha…

Proses konfigurasi yang saya lakukan:

  1. DNS server dipastikan berjalan dengan baik, termasuk untuk beberapa vitual domain untuk virtual Host yang akan saya buat.

  2. Edit file konfigurasi Apache.

  3. Membuat file tambahan untuk memudahkan manajemen virtual Host .

  4. Jalankan service httpd.

  5. Test konfigurasi web server menggunakan browser. Read more »

    Popularity: 51%

May 31st, 2007

Proxy server di tempat kerja saya

Server rakitan kantor sayaDalam 5 bulan terakhir ini saya bersama rekan-rekan di kantor sudah berhasil membuat 6 proxy server untuk kantor dan sekolah-sekolah tempat saya bekerja. Spesifikasi hardware yang digunakan adalah:

  • 3 proxy menggunakan HP Proliant ML 110 G4 dengan prosessor Intel Xeon 1,86 GHZ memory 1,5 Ghz (masing-masing menangani 60 client)

  • 2 proxy menggunakan HP Proliant ML 110 G3 dengan memory 1 Ghz

  • 1 proxy menggunakan PC Rakitan dengan memory 768 Mhz (dikantor saya)

Semua proxy server saya konfigurasikan dengan fungsi tambahan sebagai: Firewall, Router untuk membagi jaringan lab komputer dan ruang kantor guru dan TU, sebagai webserver lokal, dan sebagai DNS server lokal. Semuanya menggunakan sistem operasi Linux Fedora Core 6. Read more »

Popularity: 22%

May 26th, 2007

DNS Server Linux

Mau membuat DNS Server di Linux? Dengan berbagai Domain yang berbeda? Mudah saja, ikuti petunjuk saya (ini sudah terbukti berjalan dengan mulus dan ngga pernah trouble lho…)

Prosesnya begini:

  1. Interface Network card yang digunakan dipastikan sudah terkonfigurasi dengan baik (lihat file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0)

  2. Edit file konfigurasi named (named.conf, sesuaikan dengan konfigurasi Anda! (termasuk lokasinya)

  3. Buat file zone untuk domain yang disebutkan (reverse dan resolv-nya)

  4. Edit konfigurasi /etc/resolv.conf

  5. Jalankan service named

  6. Jika hasilnya adalah [OK] maka DNS Server sudah berhasil, jika hasilnya [FAILED] maka harus check error, ketikkan saja command # tail -f /var/log/messages

  7. Dan jika masih error terus, bersabar dan berdoalah… Read more »

    Popularity: 44%